Dua Pekan, Harga Ayam Potong Masih Bertahan Rp 37 Ribu per Kilogram

"Kenaikan ayam sudah ada sejak dua minggu berturut-turut. Harga ayam naik karena dari distributor juga sudah mahal," kata Trisna.

Dua Pekan, Harga Ayam Potong Masih Bertahan Rp 37 Ribu per Kilogram
TRIBUN MEDAN/NATALIN SINAGA
Pedagang ayam potong di Pasar Petisah, Medan, Trisna menunjukan ayam potong yang akan dijual kepada konsumen. Harga ayam masih mahal senilai Rp 37 ribu. 

TRIBUN-MEDAN.COM, MEDAN - Sejak dua pekan harga ayam potong di Medan mengalami kenaikan. Kondisi ini sangat berpengaruh terhadap ibu rumah rumah tangga dan penjual nasi ayam.

Menurut pantauan Tribun Medan, harga ayam potong yang biasa dijual Rp 27 ribu per kg kini menjadi Rp 37 ribu per ekor. Harga ini lebih mahal dari sebelumnya senilai Rp10 ribu.

Salah satu pedagang ayam potong di Pasar Petisah, Medan, Trisna mengatakan ia menaikan harga ayam karena modal yang ia keluarkan dalam mengambil ayam ini lebih tinggi dibandingkan hari biasanya.

"Kenaikan ayam sudah ada sejak dua minggu berturut-turut. Harga ayam naik karena dari distributor juga sudah mahal," kata Trisna, Rabu (17/7/2019).

Diakui Trisna, biasanya pukul 12.00 WIB, seluruh ayam potong yang ia jual sudah habis terjual. Namun, hari ini, ayam yang dijual masih banyak tersisa.

"Biasa jam segini ayam saya sudah habis. Tapi karena mahalnya ayam, daya beli konsumen jadi menurun dan susah jual ayam," ungkapnya.

Dalam kesempatan yang berbeda, Pedagang Ayam, Ridwan Lubis mengatakan beberapa hari lalu ia sempat menjual ayam potong miliknya senilai Rp 40 ribu.

"Pengambilan ayam ini dari agen. Pasokan ayam saya biasanya 60 ekor. Antusias masyarakat beli ayam berkurang, banyak pembeli yang mengeluhkan harga ayam ini tapi tetap dibeli juga," kata 
Ridwan.

Ia menjelaskan untuk harga ayam kampung tidak ada kenaikan, masih tetap diharga Rp 60 ribu. Selain ibu rumah tangga, pelangga Ridwan juga berasal dari rumah makan dan restoran.

Di sisi lain, Pembeli ayam, Anaria mengaku kecewa dengan kenaikan harga ayam potong ini. "Saya buka warung makan, rasanya sulit untuk menaikan harga makanan yang saya jual, saya takut pelanggan saya hilang. Dengan kenaikan ayam ini, keuntungan saya jadi berkurang," ujar Anaria.

(nat/tribun-medan.com)

Penulis: Natalin Sinaga
Editor: Feriansyah Nasution
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved