Ini Identitas 5 Penumpang Bus yang Meninggal Akibat Ban Pecah di Tanah Gambus Limapuluh, Batubara
Kasat Lantas Polres Batubara, AKP Ferymon menyebutkan lima orang tersebut, satu di antaranya meninggal di tempat kejadian perkara
Ini Identitas 5 Penumpang Bus yang Meninggal Akibat Ban Pecah di Tanah Gambus Limapuluh, Batubara
TRIBUN-MEDAN.com- Sebanyak lima penumpang bus carteran, plat hitam BK 7923 DO yang tewas akibat mengalami kecelakaan tunggal di kawasan Jalan Lintas Sumatera Km 116-117, Perkebunan Tanah Gambus, Kecamatan Limapuluh, Kabupaten Batubara telah dibawa pulang oleh keluarga untuk disemayamkan.
Kasat Lantas Polres Batubara, AKP Ferymon menyebutkan lima orang tersebut, satu di antaranya meninggal di tempat kejadian perkara.
Sedangkan empat lainnya meninggal setelah mendapat perawatan di Puskesmas Limapuluh.
"Korban meninggal dunia, satu anak bayi, satu orang lanjut usia atau nenek, tiga lainnya merupakan orang dewasa," kata Ferymon, ketika dikonfirmasi pada Rabu malam.
Penumpang menaiki bus carteran merek plat hitam, baru menghadiri pesta dari Air Joman (Asahan) menuju ke arah Indrapura (Batubara)," ucapnya
Berdasarkan data yang dihimpun para korban meninggal dunia adalah Ummi (71), Sapri (40), Rodani (35), Syamsuddin (70) dan seorang balita, Ardi (2).
Baca: Bus Rombongan Keluarga Terbalik Akibat Pecah Ban di Limapuluh, Batubara, Lima Penumpang Meninggal
Baca: Mengulik Dukungan Band-band Lokal Medan dengan Membeli Marchandise
Baca: Dua Pekan, Harga Ayam Potong Masih Bertahan Rp 37 Ribu per Kilogram
Baca: Setya Novanto jadi Korban Pencurian, Sepeda Motor Bebeknya Hilang Dibawa 4 Pemuda
Seluruh korban tersebut merupakan warga Desa Pematang Nibung, Kecamatan Medang Deras, Kabupaten Batubara.
"Korban tewas sudah dibawa keluarga ke Medang Deras, Batubara," sebut Ferymon.
Baca: Berita Foto: Dinas Kebersihan dan Pertamanan Memperbaiki Lampu Penerangan Jalan Umum yang Padam
Baca: 10 Pemain Masuk Dalam Daftar Man of The Match, Ronaldo Kalah Telak dari Messi
Baca: Muspika dan Polsek Medan Kota Datangi Medan Traktor soal Parkir
Kecelakaan berawal ketika bus yang bergerak dari arah Kisaran, Kabupaten Asahan menuju Indrapura, Kabupaten Batubara mengalami pecah ban kiri bagian belakang.
Selanjutnya bus tersebut menabrak jembatan kecil lalu masuk ke dalam parit berkedalaman enam sampai delapan meter.
Baca: BERITA FOTO Sebagian Wilayah Sumut Diprediksi Mengalami Hujan Lebat Disertai Petir
Baca: Wali Kota Binjai Jualan Air Curah ke Gubernur untuk Kebutuhan PDAM Tirtanadi
Baca: Berita Foto: Warna-warni Mural di Bangunan Heritage Menjadi Daya Tarik Warga yang Melintas
Berdasarkan keterangan seorang korban selamat, Maimunah, bus tersebut mengangkut rombongan keluarga yang baru saja menghadiri pesta di kawasan Kecamatan Air Joman, Kabupaten Asahan.
"Kami baru pulang undangan, dari Air Joman, tiba-tiba mobil oleng dan aku nggak tau lagi. Tiba - tiba kami sudah berserak di parit yang dalam," kata Maimunah sambil menangis.
(ind/tribun-medan.com)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/akibat-pecah-ban.jpg)