Keripik Kentang 'The Raf Food' dari Medan Laku hingga ke Australia

Baginya kualitas makanan menjadi nomor satu. Maka dari itu keripik kentang ini digoreng menggunakan minyak berkualitas baik.

Keripik Kentang 'The Raf Food' dari Medan Laku hingga ke Australia
Tribun Medan/Septrina Ayu Simanjorang
Rafiqah Yusna Siregar menunjukkan keripik kentang produksinya di rumahnya Jalan Perwira nomor 50, Medan Sunggal, Rabu (17/7/2019). Penjualannya sudah sampai ke seluruh Indonesia bahkan beberapa konsumennya berasal dari Malaysia hingga Australia. 

TRIBUN-MEDAN.com-Keripik menjadi salah satu menu favorit orang Indonesia. Keripik bisa dibuat dari berbagai bahan baku seperti singkong, buah-buahan, hingga kentang.

Salah satu keripik yang banyak digemari orang adalah keripik kentang. Rafiqah Yusna Siregar dan keluarganya mengkreasikan keripik kentang menjadi tiga varian yakni keripik kentang original, balado, dan teri balado dengan nama The Raf Food.

Keripik kentang produksinya ini dipasarkan secara online melalui media sosial. Penjualannya sudah sampai ke seluruh Indonesia. Bahkan beberapa konsumennya berasal dari Malaysia hingga Australia.

"Usaha ini adalah usaha keluarga yang kami mulai pada 2017. Waktu itu saya resign dan tante saya sudah akan pensiun. Kami terpikir untuk membuat usaha saja. Kami mulai dari yang dekat dan sering kami buat, keripik kentang ini," ujar Rafiqah, Rabu (17/7/2019)

Kentang yang menjadi bahan baku membuat keripik ini adalah kentang yang berukuran kecil. Selain itu keripik ini diolah tanpa menggunakan penyedap rasa.

"Kalau pakai kentang yang berukuran kecil hasilnya lebih seragam. Ukurannya yang kecil juga bikin orang enggak bosan makannya," ujarnya.

Baginya kualitas makanan menjadi nomor satu. Maka dari itu keripik kentang ini digoreng menggunakan minyak berkualitas baik.

"Kami memakai minyak yang bermerek bukan minyak curah. Makanya keripik ini juga bisa dilihat minyaknya tidak berlebihan," jelasnya.

Selain menjual secara online, biasanya Rafiqah dan keluarganya membawa keripik ini ke car free day di Lapangan Merdeka pada hari minggu. Tak sedikit pula yang langsung membeli ke rumahnya yang beralamat di Jalan Perwira Nomor 50, Medan Sunggal.

Keripik ini dijual dengan harga bervariasi mulai dari Rp 25 ribu. Ia juga sudah mempunyai sepuluh reseller hingga saat ini.

Rafiqah mengatakan, untuk memulai bisnis ini sebaiknya menyingkirkan rasa gengsi. Menurutnya rasa gengsi sering menghalangi orang memulai bisnis.

"Kalau sudah mulai bisnis jangan segan-segan. Rajin saja posting usaha kita apalagi kalau jualan online, komentar orang yang bilang keseringan posting jangan dipedulikan," katanya.

Menurutnya, peluang bisnis terlebih bisnis makanan hingga saat ini masih luas. 

"Peluang usaha apalagi makanan itu makin luas. Yang penting pintar-pintar kita untuk melihat peluang dan bangun relasi," pungkasnya. (cr18/tribun-medan.com)

Penulis: Septrina Ayu Simanjorang
Editor: Liston Damanik
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved