Mengulik Dukungan Band-band Lokal Medan dengan Membeli Marchandise

Jadi kita bermitra denga puluhan band-band lokal ataupun komunitas musik-musik keras di Kota Medan, seperti Muntah Kawat.

Mengulik Dukungan Band-band Lokal Medan dengan Membeli Marchandise
TRIBUN MEDAN/ALIJA MAGRIBI
Diskusi Euphoria Adilta Ginting bersama rekan pegiat clothing dan media untuk mendukung band-band lokal menghadirkan marchandise berkualitas kepada fans-fans kecilnya. 

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Menyadari biaya yang dibutuhkan band-band lokal di Kota Medan untuk Go Nasional tampaknya begitu mahal menguras kocek. Apalagi genre musik yang dimainkan cenderung cadas (underground) yang notabene tak melulu diminati kalangan remaja dengan lagu-lagu cintanya.

Berbagai upaya dilakukan untuk mendukung upaya band-band lokal bangkit. Salah satunya adalah dengan menjual marchandise mereka kepada fans-fans kecilnya dalam sebuah festival. Itulah yang dilakukan Euphoria kepada puluhan band-band lokal.

Berdiri sejak tahun 2011, Euphoria di bawah pendirinya Adilta Ginting mencoba mewadahi kebutuhan tersebut dengan bekerjasama mendesain kaos-kaos khas band-band lokal selama ini.

"Jadi kita bermitra denga puluhan band-band lokal ataupun komunitas musik-musik keras di Kota Medan, seperti Muntah Kawat, Cranium, Fingerprint, udah hampir semua sih kita rilis pakaian-pakaiannya selama 8 tahun ini," ujar pria yang sempat mengenyam pendidikan Ekonomi di USU ini.

Dalam diskusi kepada wartawan dan pegiat clothing, Rabu (17/7/2019), Adilta menjelaskan Euphoria beberapa kali menggelar festival musik keras dengan level menengah. Hal itu dilakukan untuk menampilkan band-band lokal dan mempertemukannya dengan penggemarnya. Saat itu Euphoria masuk dan merilis marchandise band-band tersebut.

Adilta mengatakan banyak mekanisme yang dilakukan untuk mendukung penjualan marchandise band-band lokal. Alternatif lain, Para band-band lokal dapat menitip sendiri kaos-kaosnya di Euphoria Rockshop yang berlokasi di Jalan. Dr. Mansyur No.116, Padang Bulan Selayang I, Kec. Medan Selayang, Kota Medan.

"Dari sini kan dapat membantu mereka membiayai rekaman-rekamannya di studio. Karena saya juga melihat perkembangan musik Underground di Medan ini sudah meningkat ya," ujar Adilta.

Adilta menambahkan konsep baju yang didesain kecenderungan pada jenis kaos. Namun motif yang disematkan lebih soft tidak seperti khas band cadas dengan gambar-gambar yang keras. Euphoria menghindari gambar-gambar tengkorak yang extreme maupun narkoba yang sering ditemui dalam pakaian-pakaian band cadas dahulu.

Disinggung seperti apa persyaratan Euphoria untuk mendukung band-band lokal, Adilta mengatakan band yang diajak bekerjasama mesti memiliki mini album dan sikap perilakunya yang baik.

"Ya, memiliki mini album dan berkarya di dunia musik. Kita juga lihat fansnya seperti apa dan etikanya juga ya. Kita biasanya masuk pada saat band-band yang sedang melaunching album, saat itu kita mengajak diskusi," jelasnya.

Selain mendukung band-band lokal, Euphoria juga menjual sendiri produknya kepada remaja dengan khas metalnya. Euphoria pun berencana menggelar Clothing Expo dalam waktu dekat bersama dengan usaha-usaha clothing lokal.

Adilta sendiri mengatakan awal mula dirinya terjun membantu band-band lokal adalah saat dirinya kuliah dan menggemari band-band rock. Namun melihat kebuntuan band-band lokal dalam menyediakan marchandisenya, dirinya mencoba masuk dan bekerjasama bagaimana para fans-fans memiliki marchandise berkualitas.

Teranyar Euphoria akan hadir dalam perhelatan Magnumotion tahun 2019, pada Kamis 17 Juli besok dengan tema “Mantap Melangkah” sebagai wadah untuk para ‘sobat mantap’ agar berani merayakan kesuksesan bersama Band Ibukota Slank.

(cr15/tribun-medan.com)

Penulis: Alija Magribi
Editor: Feriansyah Nasution
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved