Polsekta Kisaran Ungkap Kasus Pencurian 10 Unit Spring Bed Februari Lalu

Kasus ini terungkap setelah timnya mendapat informasi, ada jual beli dua unit spring bed hasil curian.

Polsekta Kisaran Ungkap Kasus Pencurian 10 Unit Spring Bed Februari Lalu
POLSEK KOTA KISARAN
Satu dari tiga tersangka pelaku pencurian di sebuah rumah kos-kosan, Yul Hendry Tanjung alias Hendrik dengan tangan terborgol membelakangi barang bukti springbed saat berada di Mapolsek Kota Kisaran, Rabu (17/7/2019). 

TRIBUN-MEDAN.com - Polsek Kota Kisaran akhirnya berhasil menangkap pencuri sepuluh unit kasur pegas (spring bed) ukuran empat kaki yang diambil dari sebuah kos-kosan milik korbannya, Agustina (46) warga Jalan Mara Rusli, Lingkungan VII, Kelurahan Selawan, Kecamatan Kisaran Timur, Asahan.

Pencurian itu dilakukan tersangka Yul Hendry Tanjung alias Hendrik (36) warga Jalan Bakti, Kelurahan Teladan, Kecamatan Kisaran Timur, Asahan bersama dua orang temannya berinisial R dan U berlangsung pada 20 Februari 2019 lalu.

Kapolsek Kota Kisaran Iptu Eddy Siswoyo menyebutkan tersangka Hendrik tertangkap pada Senin (15/7/2019) sekitar pukul 14.30 WIB setelah menjual dua unit spring bed hasil curian kepada seseorang warga yang bermukim di kawasan Air Joman.

"Kasus ini terungkap setelah timnya mendapat informasi, ada jual beli dua unit spring bed hasil curian. Petugas langsung melakukan penyidikan dengan mendatangi pembeli, berinisial DS," kata Eddy, Rabu (17/7/2019).

Dari keterangan DS, terungkap bahwa ia membeli dua unit spring bed itu seharga Rp 500 ribu. Proses jual beli itu terjadi setelah tersangka Hendrik terlebih dahulu menawarkan barang dagangannya kepada DS.

"Disebut DS, setelah menyetujui harga yang ditawarkan, DS bersama tersangka kemudian menjemput spring bed ke rumah tersangka yang berada di Jalan Bakti," ungkapnya.

Atas keterangan itu, polisi pun mencari keberadaan Hendrik. Melihat tersangka melintas di Jalan Durian, Gang Kueni dengan mengendarai sepeda motor, petugas langsung membuntutinya.

"Saat berada di Jalan Ahmad Yani Kisaran, petugas pun menyetop kendaraan tersangka dan mengamankannya," sebutnya.

Di hadapan polisi, tersangka mengakui telah melakukan pencurian di rumah kos-kosan milik korban. Saat ini sisa barang bukti hasil curian yang ia lakukan masih tersimpan di dapur rumah tersangka.

"Di rumah tersangka kami menemukan tiga unit spring bed warna cokelat," ucapnya.

Tindakan kejahatan itu dilakukan tersangka bersama dua orang temannya, dengan cara mencongkel pintu depan rumah kos-kosan tersebut pada malam hari. Kini polisi memburu dua tersangka lainnya.

"Setelah berhasil masuk ke dalam rumah kos-kosan, congkel kunci pintu pakai obeng dan merusak grendel rumah kos-kosan korban. Para tersangka kemudian memindahkan sepuluh unit spring bed warna cokelat ke atas dua unit becak yang telah dipersiapkan sebelumnya," jelasnya.

Sementara, kasus pencurian ini pertama kali diketahui pengelola rumah kos-kosan bernama Rasmi yang kemudian dilaporkan kepada korban Agustina.

Setelah melihat langsung kondisi di rumah kos miliknya, dan melihat pintu depan telah rusak dan sepuluh unit spring bed hilang, maka korban pun membuat laporan ke Polsek Kota Kisaran, Sabtu (23/2/2019) lalu.

(ind/tribun-medan.com)

Penulis: Mustaqim Indra Jaya
Editor: Liston Damanik
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved