News Video

Sampaikan Tuntutan di Depan Wagub Sumut, Kusmanto Menahan Tangis Atas Kehilangan Istri dan Anaknya

APBDSU dan pihak keluarga korban silih berganti menyampaikan aspirasi dan beberapa tuntutan di depan wakil gubernur Sumut

Sampaikan Tuntutan di Depan Wagub Sumut, Kusmanto Menahan Tangis Atas Kehilangan Istri dan Anaknya
TRIBUN MEDAN/MUHAMMAD ANIL RASYID
Wakil Gubernur Sumut Musa Rajekshah bersalaman dengan keluarga korban kebakaran Pabrik Korek Api Mancis seusai menerima dan mendengarkan aspirasi dan tuntutan keluarga, Rabu (17/7/2019). 

TRIBUN-MEDAN.com - Setelah melakukan aksi demo di depan kantor DPRD dan di depan Kantor Gubernur Sumatera Utara, beberapa perwakilan Aliansi Buruh dan seluruh keluarga korban kebakaran Pabrik Korek Api Mancis yang terjadi di Desa Sambirejo, Langkat, diterima untuk masuk kedalam kantor gubernur untuk menyampaikan aspirasi mereka, Rabu (17/7/2019).

Aliansi Pekerja Buruh Daerah Sumatera Utara (APBDSU) beserta keluarga korban kebakaran Pabrik Korek Api Mancis langsung disambut baik Wakil Gubernur Sumatera Utara Musa Rajekshah di ruang press room kantor gubernur.

Dalam kesempatan pertemuan ini, APBDSU dan pihak keluarga korban silih berganti menyampaikan aspirasi dan beberapa tuntutan di depan wakil gubernur Sumut, dan Kadis Disnakerprovsu.

"Adapun beberapa tuntutan yang disampaikan dalam aksi yang di lakukan Aliansi Pekerja Buruh Daerah Sumatera Utara (APBDSU) diantaranya ialah, mempertanggung jawabkan penyelesaian pembayaran hak korban tragedi ketenagakerjaan pabrik korek api mancis, mencopot kepala dinas tenaga kerja provinsi Sumatera Utara, kepala dinas tenaga kerja Kabupaten Langkat serta kepala UPT 1 pengawas ketenagakerjaan provinsi Sumatera Utara," ucap Koordinator Natal Sidabutar.

Sedangkan, dari pihak keluarga korban kebakaran, menyampaikan aspirasi mereka atas hak-hak mereka yang belum diberikan.

"Namanya hukum ini saya gak tau, karena keluarga saya kena semua. Jadi, yang saya harapkan kayak mana nasib kami ini selanjutnya. Namanya nyawa itu tidak bisa diganti dengan uang. Tapi yang saya minta semua pemerintahan mengerti dimana fungsinya dengan hukum yang berlaku. Dan yang kedua jangan sampai kejadian ini terulang lagi," ucap Kusmanto sambil menahan tangis dan juga yang mewakili keluarga korban yang lainnya.

Sedangkan, Wakil Gubernur Sumatera Utara Musa Rajekshah menjelaskan, pemerintah provinsi Sumatera Utara pastinya tidak bisa secara menyeluruh mengawasi. Dan ia juga menuturkan, untuk membantu saling mengawasi dari serikat Aliansi Buruh dan juga pemerintahan kabupaten kota dan juga stakeholder dan pemerintahan aparat-aparat yang lain.

"Bantu berikan informasi, bagi masyarakat juga. Kalau ada home industri yang bekerja mempekerjakan orang yang dicurigai tidak mempunyai izin, sampaikan kepada aparat ataupun pemerintahan setempat," ucap Musa Rajekshah.

"Dan untuk keluarga korban, kita terus kawal melalui disnaker apa yang menajadi haknya, sesuai dengan tuntutan, agar pengusaha yang menjalankan itu membayarkannya. Sedangkan si pengusaha sudah ditahan di polres setempat, dan kita tunggu putusan pengadilan nanti," sambungnya.

Seusai pertemuan, Wagubsu menerima tuntutan apa saja yang sudah dibacakan sebelumnya. Dan menyalami satu persatu keluarga korban sambari memberikan mengucapkan turut berduka cita atas meninggalnya 30 orang akibat kebakaran Pabrik Korek Api Mancis di Desa Sambirejo, Kabupaten Langkat beberapa waktu yang lalu.

(cr23/tribun-medan.com)

Penulis: Muhammad Anil Rasyid
Editor: Feriansyah Nasution
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved