News Video: BBPOM Grebek Obat dan Kosmetik Ilegal, Amankan 70 Jenis Obat-obatan Berbagai Kemasan

Tim BBPOM melakukan penyelidikan selama kurang lebih dua Minggu, untuk memastikan apakah tempat yang menjadi sasaran benar tempat ilegal.

News Video: BBPOM Grebek Obat dan Kosmetik Ilegal, Amankan 70 Jenis Obat-obatan Berbagai Kemasan
TRIBUN MEDAN/M ANDIMAZ KAHFI
BBPOM Gerebek Obat dan Kosmetik Ilegal, amankan 70 Jenis Obat-obatan berbagai kemasan. 

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) Medan, menggrebek satu unit rumah yang dijadikan tempat menyimpan obat-obatan dan kosmetik ilegal di Jalan Garu III, Kelurahan Harjosari I, Kecamatan Medan Amplas, Kota Medan, Kamis (18/7/2019).

Kepala BBPOM wilayah I Medan, Julius Sacramento Tarigan mengatakan awalnya pihak BBPOM mendapat informasi dari masyarakat bahwa ada penjualan obat kuat (ilegal) dan jenis kosmetik yang disalurkan.

Kemudian Tim BBPOM melakukan penyelidikan selama kurang lebih dua Minggu, untuk memastikan apakah tempat yang menjadi sasaran benar tempat ilegal.

"Pelaku mengakui memang orang mengambil ketempatnya. Tapi tidak menutup kemungkinan ini memang pesanan. Karena tempatnya tidak resmi," kata Sacramento, Kamis (18/7/2019).

"Ini bukan distributor. Tapi pelaku mengorder ke Jawa. Tetapi di kirim dari tempat lain. Awalnya hanya jenis madu, namun belakangan dia (pelaku) mulai menjual obat-obatan ilegal dan kosmetik," sambungnya.

Sacramento menjelaskan bahwa beberapa di antara seperti obat kuat dilarang, karena mengandung bahan berbahaya. Ada sekitar 70 jenis obat yang diamankan dengan puluhan ribu jenis kemasan. Ditaksir mencapai ratusan juta rupiah.

Untuk jenis obat-obatan di antaranya, Teh Mahkota Dewa, Powder Datar Lollen, Collagen Plus,
Greeng Jos Kopi Bapak, King kobra Oil dan Kopi jantan.

"Ini ilegal karena tidak terdaftar. Satu lagi karena mengandung bahan berbahaya. Termasuk barang-barang ilegal yang diburu," beber Sacramento.

Lebih lanjut, Sacramento mengaku pihaknya masih akan terus mendalami kasus ini. Karena barang-barang yang diedarkan barang berbahaya. Langkah selanjutnya, BBPOM akan mengamankan barang-barang ilegal tersebut. Lalu mendalami dan mencari, apakah ada sumber lain. Karena gudangnya tidak berada disini.

"Kita khawatirkan ada produk yang bermasalah disini. Karena sistem perdagangan tidak terbuka. Orang datang langsung ambil barang. Karena untuk obat kuat, efek sampingnya bisa menyebabkan kanker dan gangguan ginjal," ungkap Sacramento.

"Pelaku bisa dijerat pasal 197 UU RI No 36 tahun 2009 ancaman hukuman maksimal 15 tahun penjara, dengan denda 1,5 miliar," jelasnya.

Sementara itu, laki-laki berinisial R (45) sebagai pemilik tempat penyimpanan obat-obatan dan kosmetik ilegal itu, lebih banyak tertunduk lesu menutupi wajahnya saat dikonfirmasi oleh awak media. Bahkan R tidak bersedia wajahnya untuk disorot kamera.

"Saya sudah dua tahun jual obat-obatan. Memang selama ini saya enggak paham jual obat-obatan itu," kata R kepada Tribun Medan.

"Saya enggak memikirkan dampaknya kesana. Enggak pahamlah. Sudah ya pusing kepala saya," tutup R.

(mak/tribun-medan.com)

Penulis: M.Andimaz Kahfi
Editor: Feriansyah Nasution
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved