News Video

Dammikrot Cek Timbangan Emas di Pasar Petisah, Jika Ada Temuan Pedagang Bisa Didenda Rp 2 Miliar

Petugas dipimpin Kadis Perdagangan, Dammikrot, meninjau beberapa toko emas. Di sana mereka melakukan tera ulang agar tak terjadi kecurangan

Dammikrot Cek Timbangan Emas di Pasar Petisah, Jika Ada Temuan Pedagang Bisa Didenda Rp 2 Miliar
Tribun Medan
Kadis Perdagangan Kota Medan, Dammikrot, meninjau beberapa toko emas di Pasar Petisah, Rabu (17/7/2019) 

TRIBUN-MEDAN.COM - Dinas Perdagangan Kota Medan mendadak menyambangi Pasar Petisah Medan, Rabu (17/7/2019).

Petugas yang dipimpin oleh Kadis Perdagangan Kota Medan, Dammikrot, meninjau beberapa toko emas.

Di sana mereka melakukan tera ulang agar tak terjadi kecurangan.

"Tera atau tera ulang itu pengukuran kembali terhadap timbangan yang digunakan untuk transaksi kepada masyarakat. Uji tera ulang ini rutin digelar dalam sekali setahun, dan saat ini sudah ada 120 yang sudah kita uji tera di Pasar Petisah ini," ujar Dammikrot.

Tonton video sidak Dammikrot;

Ayo subscribe channel YouTube Tribun MedanTV

Harga Emas Antam Turun Lagi Jadi Rp 715 Ribu per Gram

Harga Emas Hari Ini - RINCIAN Harga Emas Logam mulia (LM) atau Emas Batangan Pecahan 1 gram

Ia menjelaskan menurut Undang-Undang No 2 Tahun 1981 tentang metrologi legal bahwa setiap takar timbang harus mengunakan takar timbang yang legal dan timbangan yang legal itu adalah sesuai SNI (Standar Nasional Indonesia).

"Timbangan plastik itu tolong tidak digunakan karena itu tidak berdasarkan SNI dan menyalahi Undang-Undang. Kami melakukan ini karena selama ini masyarakat masih kurang sosialisasi. Timbangan yang mereka (penjual) gunakan dianggap sah-sah saja, padahal sebenarnya ketika mereka menggunakan timbangan yang tidak terlegalisasi sudah melanggar hak-hak konsumen. Timbangan yang belum dilegalisasi, maka harus dilakukan tera ulang dan harus yang dilegalisasi pemerintah," ucapnya.

Dammikrot mengatakan Undang-Undang No 8 tahun 1999 tentang Hak Konsumen bahwa ketika pelaku usaha melanggar ketentuan, maka dapat dipidana dengan pidana penjara paling lama lima tahun atau pidana denda paling banyak Rp 2 miliar.

Ia menjelaskan penera di Kota Medan hanya berjumlah 16 orang.

Selain itu, setiap alat ukur harus ditera ulang satu tahun sekali untuk memastikan alat yang digunakan tepat dan tidak ada selisih.

Ia menjelaskan nilai retribusi yang ditetapkan untuk layanan tera dan tera ulang berbeda-beda mulai dari Rp 6 ribu hingga Rp 35 ribu.

"Bagi yang belum tera ulang, bisa datang ke kantor kami di Jalan Persatuan No 3 Medan," ujar Dammikrot.

(nat/tribun-medan.com)

Penulis: Natalin Sinaga
Editor: Hendrik Naipospos
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved