Dokter Palsu Tewas Keracunan 'Obat' Racikan Sendiri, Ingin Buktikan Khasiat Obat Buatannya

Seorang dokter palsu di China Tenggara meninggal setelah meminum obat racikannya sendiri.

Dokter Palsu Tewas Keracunan 'Obat' Racikan Sendiri, Ingin Buktikan Khasiat Obat Buatannya
Guangdong Public Channel
Seorang dokter palsu di China Tenggara meninggal setelah meminum obat racikannya sendiri, saat mencoba membuktikan pada pasien bahwa pengobatan yang dilakukannya adalah benar. 

Dokter Palsu Tewas Keracunan 'Obat' Racikan Sendiri, Ingin Buktikan Khasiat Obat Buatannya

TRIBUN-MEDAN.com - Seorang dokter palsu di China Tenggara meninggal setelah meminum obat racikannya sendiri

Ia ingin menunjukkan pada pasien bahwa pengobatan yang dilakukannya adalah benar.

Pasien wanita awalnya itu menderita sakit pinggang, lalu mendatangi klinik milik si dokter palsu yang terletak di Shaoguan, Provinsi Guandong.

Namun, pada Kamis (11/7/2019) lalu, dia kembali ke klinik itu karena merasa mual-mual setelah mengonsumsi obat yang diberi dokter.

Tidak terima dengan komplain dari pasien, dokter bernama Cui itu pun membuktikan bahwa tidak ada masalah dengan obat-obatannya.

Baca: OBAT PALSU Disalurkan ke Apotek-apotek, Bareskrim Polri Gerebek Pabrik Obat Palsu, 7 Orang Diamankan

Baca: Komodo Diselundupkan ke Amerika hingga China, Dijual Lewat Facebook

Baca: Biaya Penobatan Raja Thailand Capai Rp 445 Miliar, Ternyata Kekayaannya Mencapai Rp 428 Triliun

Dia lalu mengambil satu dosis bubuk racikan untuk dirinya, tapi tidak lama dia malah menunjukkan gejala keracunan.

Dia langsung dilarikan ke rumah sakit, dan dinyatakan meninggal karena tidak berhasil diobati.

Sementara itu, pasien bermarga Xiao segera ke rumah sakit karena menunjukkan tanda-tanda keracunan dan gagal organ.

Karena mendapat perawatan di waktu yang tepat di RSU Yubei, Xiao kini dalam kondisi yang stabil.

Halaman
12
Penulis: Sally Siahaan
Editor: Liston Damanik
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved