Ingat Perintah Presiden Jokowi pada Kapolri,Pimpinan KPK Sindir TGPF Gagal Ungkap Pelaku Kasus Novel

Ingat Perintah Presiden Jokowi pada Kapolri,Pimpinan KPK Sindir TGPF Gagal Ungkap Pelaku Kasus Novel

Ingat Perintah Presiden Jokowi pada Kapolri,Pimpinan KPK Sindir TGPF Gagal Ungkap Pelaku Kasus Novel
dok/tribunnews
Ingat Perintah Presiden Jokowi pada Kapolri,Pimpinan KPK Sindir TGPF Gagal Ungkap Pelaku Kasus Novel. FOto: Presiden Jokowi dan Kapolri Jenderal Tito Karnavian 

TRIBUN-MEDAN.COM - Ingat Perintah Presiden Jokowi pada Kapolri,Pimpinan KPK Sindir TGPF Gagal Ungkap Pelaku Kasus Novel.

//

Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Laode M Syarif angkat bicara mengenai Tim Gabungan Pencari Fakta (TGPF) Novel Baswedan yang menyinggung ada enam kasus high profile.

Baca: Kritik Politisi PDI P Sasar Amien Rais terkait Jokowi, Tjahjo: Harusnya Pak Amien Berpikir Positif

Baca: Harga Handphone (Hp) Terbaru di Bawah Rp 2 Juta, Spesifikasi Tiga Ponsel yang Bisa Jadi Pilihan Anda

Kadivhumas Polri Irjen Pol M Iqbal (kiri) bersama Anggota TGPF Hendardi (kedua kiri) memberikan keterangan saat merilis hasil investigasi TGPF Novel Baswedan di Mabes Polri, Jakarta, Rabu (17/7/2019). Dalam keterangannya TGPF kasus Novel Baswedan merekomendasikan Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian untuk mendalami sejumlah perkara tindak pidana korupsi yang pernah ditangani penyidik KPK tersebut serta membentuk tim teknis lapangan untuk melanjutkan hasil kerja TGPF.
Kadivhumas Polri Irjen Pol M Iqbal (kiri) bersama Anggota TGPF Hendardi (kedua kiri) memberikan keterangan saat merilis hasil investigasi TGPF Novel Baswedan di Mabes Polri, Jakarta, Rabu (17/7/2019). Dalam keterangannya TGPF kasus Novel Baswedan merekomendasikan Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian untuk mendalami sejumlah perkara tindak pidana korupsi yang pernah ditangani penyidik KPK tersebut serta membentuk tim teknis lapangan untuk melanjutkan hasil kerja TGPF. (TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN)

TGPF diketahui menyebut, penyidik KPK diduga menggunakan kewenangan yang berlebihan sehingga berpotensi memunculkan balas dendam atau serangan balik terhadap Novel.

"KPK kurang memahami konteks penggunaan istilah excessive use of poweroleh TGPF. Namun, kami tegaskan dalam melaksanakan tugasnya, penyidik menggunakan wewenang sesuai hukum acara yang berlaku," ujar Laode lewat pesan singkat, Rabu (17/7/2019).

Wakil Ketua KPK Laode Muhammad Syarif
Wakil Ketua KPK Laode Muhammad Syarif (KOMPAS.com / GARRY ANDREW LOTULUNG)

"Jadi, tidak ada perbuatan penggunaan kewenangan secara berlebihan," lanjut dia.

Baca: Kritik Politisi PDI P Sasar Amien Rais terkait Jokowi, Tjahjo: Harusnya Pak Amien Berpikir Positif

Laode kemudian mencontohkan salah satu dari enam kasus yang dimaksud, yakni kasus korupsi mantan Bupati Buol.

Ia menegaskan bahwa Novel beserta tim penyidik bahkan mendapatkan serangan ketika melakukan penyidikan.

Itu menunjukkan bahwa penyerangan terhadap penyidik KPK bukan disebabkan oleh penggunaan kewenangan yang berlebihan, namun itu sebagai perlawanan koruptor.

Laode pun meminta TGPF dan Polri tidak mencari-cari alasan dalam kasus penyiraman air keras terhadap Novel.

Halaman
12
Editor: Salomo Tarigan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved