Istri Oknum Polisi Divonis Hakim 15 Bulan Penjara, Kasus Penggelapan Uang Duka Kemalangan

Putusan yang dijatuhi majelis hakim lebih rendah dari tuntutan jaksa yang menuntut Irene 18 bulan atau 1 tahun 6 bulan penjara.

Istri Oknum Polisi Divonis Hakim 15 Bulan Penjara, Kasus Penggelapan Uang Duka Kemalangan
TRIBUN MEDAN/DEDY KURNIAWAN
Istri oknum polisi, Irene Hutauruk pasrah divonis 1 tahun 3 bulan oleh majelis hakim Pengadilan Negeri Binjai, Kamis (18/7/2019). 

TRIBUN-MEDAN.com, BINJAI - Istri oknum polisi, Irene Hutauruk kembali duduk di bangku pesakitan.

Irene didudukan sebagai terdakwa penipuan dan penggelapan uang korbannya yang selama ini hasil uang duka kemalangan meningal dunia dalam kerja.

Irene yang selalu didampingi suaminya Aiptu Saut Malau selama tahapan persidangan, kali ini hanya bisa pasrah divonis 1 tahun 3 bulan (15 bulan) oleh majelis hakim Pengadilan Negeri Binjai, Kamis (18/7/2019).

Putusan vonis dibacakan langsung oleh Ketua Majelis Hakim Dedy di Ruang Sidang Candra PN Binjai.

"‎Menyatakan terdakwa terbukti secara sah melakukan tindak pidana penipuan dan penggelapan, terdakwa dihukum 1 tahun 3 bulan," kata hakim Dedy.

Putusan yang dijatuhi majelis hakim lebih rendah dari tuntutan jaksa yang menuntut Irene 18 bulan atau 1 tahun 6 bulan penjara. Terhadap terdakwa, majelis hakim memerintahkan untuk tetap dilakukan penahanan.

"Untuk barang bukti agar dikembaikan kepada Saksi E Ketaren," pungkas Hakim Dedy.

‎Irene selama ini seorang pedagang, menetap di Jalan Melinjau Kompeks Griya Deli City, Lingkungan II l, Kelurahan Jati Karya, Kecamatan Binjai Utara. Terdakwa terlibat penipuan atau penggelapan yang dilakukan pada 20 Februari 2017 silam terhadap E Ketaren.

Proses penyerahan uang yang dilakukan korban senilai Rp 50 juta terjadi dalam mobil di area Bank BRI, Jalan T Amir Hamzah Pasar 5,5, Kecamatan Hamparan Perak, Deliserdang. Terdakwa saat masih berstatus tersangka, tidak dilakukan penahanan oleh penyidik kepolisian.

Saat tahap II (pelimpahan tersangka dan barang bukti), Kejari Binjai melakukan penahanan sejak 18 April 2019 di Lapas Binjai. Terdakwa didakwa Pasal 378 dan atau 372 KUHPidana. Terdakwa dilaporkan oleh Elysabeth Ketaren sesuai LP Nomor 475/VIII/2018/SPKT-C/Res Binjai pada 15 Agustus 2018.

Telisik punya telisik, Irene nekad menipu E Ketaren dengan modus meminjam uang, untuk mengurus kenaikan pangkat atau golongan sang suaminya. Janji membayar utang tak pernah diselasaikan hingga akhirnya dibawa ke ranah hukum.

(dyk/tribun-medan.com)

Penulis: Dedy Kurniawan
Editor: Feriansyah Nasution
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved