Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Klaim Tiap Tahun UMKM di Medan Bertambah 2 Persen

Dinas Koperasi dan UMKM Kota juga sering melakukan pelatihan dan sosialisasi kebijakan pemerintah, sosialisasi agar punya izin usaha, merek dan halal.

Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Klaim Tiap Tahun UMKM di Medan Bertambah 2 Persen
Tribun Medan /Nanda Rizka Nasution
Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Kota Medan Dra Edliaty Siregar MAP (kiri) bersama Kepala Bidang (Kabid) Pemberdayaan UMKM Risnata Tambunan. 

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Kota Medan Dra Edliaty Siregar MAP mengatakan, ada hampir 1000 UMKM di Kota Medan yang menjadi pembinaaan di bawah Dinas Koperasi dan UMKM Kota Medan.

Penambahan UMKM setiap tahun mencapai 2 persen lebih.

Didampungi Kepala Bidang (Kabid) Pemberdayaan UMKM Risnata Tambunan, kepada Tribun, ia menjelaskan, setiap OPD, ada UMKM yabg dibina.

Di Dinas Koperasi dan UMKM, yang menjadi binaan adalah semua omzet dan aset yang masuk kategori mikro dan kecil. Mulai dari panganan hingga batik, kulit dan bordir.

Dinas Koperasi dan UMKM Kota juga sering melakukan pelatihan dan sosialisasi kebijakan pemerintah, sosialisasi agar punya izin usaha, merek dan halal.

"Pengawasannya, apakah usaha berjalan baik, tahun depan bagaimana. Kita selalu monitoring dan evaluasi. Kita berikan bantuan pendampingan dan pembelajaran. Jadi tahun depan ada tidak perubahannya," ungkap Edliaty.

Ia juga mengungkapkan, tingkat kesadaran masyarakat yang memiliki usaha untuk mengurus izin sudah mulai naik. Kebanyakan dari mereka hanya tidak tahu dan kurang paham.

Untuk itu, dinas selalu menyosialisasikan apa pentingnya punya izin.

"Kita ajak dan membimbing, mulai dari sumber daya manusia, keuangan hingga berjualan online. Kita panggil ahlinya," katanya.

Ditanya soal pemberian lahan bagi pedagang kaki lima (PK5), ia mengatakan, mereka pernah melakukan penataan. Namun, sulit mencari zona.

"Kita pernah melakukan penaatan PK5, namun sulit mencari zona. Kita ingin. Namun, terbentur mencari zona yang pas Kita juga tidak bisa bekerja sendiri. Itu satu bentuk koordinasi. Selama ini seperti itu," jawabnya.

Ia juga mengatakan, pernah masing-masing meminta di kecamatan untuk mencari di masing-masing wilayah di mana tempat yang cocok. Tetapi, mereka kewalahan juga.

"Ya kalu kami berharap UMKM ini bisa kami jangkau. Mereka bisa mapan dan mengerti administrasi dan pengelolaan hasil yang dihasilkan oleh mereka," katanya.

(cr17/tribun-medan.com)

Penulis: Nanda Rizka Nasution
Editor: Royandi Hutasoit
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved