TRIBUNWIKI

Mengulik Asal Usul Nama Jalan Dr Mansyur Kota Medan

Nama Jalan Dr Mansyur Kota Medan sebelumnya bernama Jalan Universitas Sumatera Utara.

Mengulik Asal Usul Nama Jalan Dr Mansyur Kota Medan
Tribun Medan/Aqmarul Akhyar
Jalan Dr Mansyur Kota Medan, sebelumnya bernama Jalan Universitas Sumatera Utara. 

TRIBUN-MEDAN.com - Nama Jalan Dr Mansyur Kota Medan sudah tak asing lagi di telinga masyarakat Medan. Begitu juga dengan sebagian masyarakat di Provinsi Sumut.

Jalan tersebut identik dengan kampus terbesar yang ada di Provinsi Sumut yaitu Universitas Sumatera Utara, hari Kamis (18/7/2019).

Nama Jalan Dr Mansyur Kota Medan sebelumnya bernama Jalan Universitas Sumatera Utara. Namun, nama jalan tersebut diganti menjadi Jalan Dr Mansyur.

Nama tersebut dari satu di antara pahlawan yang ada di Sumut yaitu Dr Mansyur, karena menghormati tanda jasa-jasa Dr Mansyur di bidang kesehatan dan ilmu kesehatan. Oleh sebab itu namanya diabadikan menjadi nama Jalan, selayaknya menghormati sosok pahlawan.

Selanjutnya, Dr Mansyur, atau orang dahulu mengenalnya Dr Tengku Mansoer merupakan seorang cendikiawan dan anak dari Sultan Hoesin, dan lahir di Asahan pada tahun 1897. Beliau juga merupakan bagian dari keluarga bangsawan, dan beliau merupakan paman dari Sultan Saibon (Sultan Asahan).

Dr Tengku Mansoer ini juga merupakan Walinegara Negara Sumatra Timur, sebagai bagian dari Republik Indonesia Serikat dengan masa jabatan 1947 sampai 17 Agisti 1950. Kemudian Dr Tengku Mansoer juga merupakan tokoh pendiri dan Ketua Jong Sumatranen Bond (1917-1919).

Sebelumnya, beliau pernah sekolah Kedokteran di STOVIA, Batavia. Kemudia, beliau mulai berorganisasi dan bergabung dengan pemuda-pemuda nasionalis dan mereka mendirikan organisasi Jong Sumatranen Bond yang mana Beliau terpilih sebagai ketua. Setelah itu beliau pun melanjutkan sekolah ke Leiden, Belanda. Itu asal muasal nama jalan Dr Mansyur serta alasan nama Dr Mansyur dipakai Menjadi nama jalan di Kota Medan.

Selanjutnya, secara gambaran Umum Jalan Dr. Mansyur Kota Medan dibagi dua arah (dari arah jalan setia budi) sebelah
barat dan Jalan sebelah timur (dari jamin ginting). Jalan Dr.Mansyur di bagi oleh dua
kecamatan, kecamatan Medan Baru mulai dari simpang kampus sampai sungai samping rumah makan Zam-Zam, dan Medan Selayang sampai simpang Jalan Setia Budi.

Nah, untuk situasi saat ini Jalan Dr Mansyur merupakan pusat Kuliner dan pusat distro. Hampir sepanjang jalan di Jalan Dr Mansyur terdapat Cafe-cafe full musik, Restoran, pedagang kaki lima dan Butik serta Distro pakaian.

Berbeda pada masa tahun 2007 ke bawah, pada masa itu masih dipenuhi dengan pedagang kaki lima dan tempat-tempat kulnir yang tak begitu ramai. Namun sekarang Jalan Dr Mansyur seperti trensetter Kota Medan.

Apalagi sewaktu malam tiba, Jalan Dr Mansyur ini macet karena ramainya pengunjung dengan kendaraannya untuk memasuki tempat hiburan cafe-cafe live musik serta tempat-tempat kuliner di Jalan tersebut.

Tak hanya malam hari, kemacetan itu tiba di Jalan Dr Mansyur. Menjelang Sore hari ke Malam hari pada waktunya Mahasiswa USU pulang kuliah. Area Jalan Dr Mansyur dekat pintu empat Universitas Sumatera Utara, juga kerap sekali kemacetan jalan terjadi. Hal ini sudah lumrah di Jalan Dr Mansyur.

Narasumber:
- repository.usu.ac.id
- Zulkarnaen

(cr22/Tribun-medan.com)

Penulis: Aqmarul Akhyar
Editor: Feriansyah Nasution
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved