Unjuk Rasa di Kejati Sumut, Badko HMI Minta Kejaksaan Periksa Dirut RSUP Adam Malik

Tuntutan masa aksi diterima dan ditanggapi langsung oleh Kepala Bagian Humas DPRD Sumatera Utara Rosita Pandiangan.

Unjuk Rasa di Kejati Sumut, Badko HMI Minta Kejaksaan Periksa Dirut RSUP Adam Malik
Tribun Medan / Victory
Puluhan mahasiswa Badan Koordinasi Himpunan Mahasiswa Islam (Badko HMI) Sumut lakukan aksi desak Kejaksaan agar segera melakukan pemeriksaan terhadap Dirut RSUP Adam Malik Medan, Kamis (18/7/2019) di Kantor Kejati Sumut, Medan. 

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Puluhan mahasiswa Badan Koordinasi Himpunan Mahasiswa Islam (Badko HMI) Sumut lakukan aksi desak Kejaksaan agar segera melakukan pemeriksaan terhadap Dirut RSUP Adam Malik Medan, Kamis (18/7/2019) di Kantor Kejati Sumut, Medan.

Para massa aksi unjuk rasa terkait persoalan adanya dugaan penggelapan uang pajak pihak ketiga (Rekanan) yang dilakukan oleh Direktur Utama Rumah Sakit Umum (RSU) Adam Malik Medan, Bambang Prabowo.

Pimpinan Aksi Amiruddin Laoly menegaskan bahwa Kejaksaan perlu menyilidiki terkait adanya dugaan penggelapan uang pajak pihak ketiga, dan diduga dana tersebut diputarkan untuk kepentingan pribadi.

"Kami mendesak Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara segera memeriksa Dirut RSUP Adam Malik Medan dan segera tahan bila terbukti melakukan penggelapan uang pajak pihak ketiga," tegasnya.

Ia juga membeberkan bahwa terdapat dugaan kuat Dirut bersama Bendahara RSUP H Adam Malik Medan tidak menyetorkan pajak pihak ketiga (Rekanan) tahun 2018.

"Kami menduga bahwa uang pajak itu diputarkan untuk kepentingan pribadi juga pihak RSUP tidak membayar tagihan-tagihan tekanan tahun 2018 yang pekerjaannya telah selesai 100 persen," jelasnya.

Amiruddin melanjutkan adanya indikasi kuat oknum yang diperintahkan direktur keuangan Adam Malik untuk mengutip dana pada rekanan.

"Periksa dan adili Dirut RSU Adam Malik Medan Bambang Prabowo, kami menduga ia telah melakukan penggelapan uang pajak dan tidak menyetorkan pajak pihak ketiga (Rekanan) tersebut, kami juga menduga kuat uang itu untuk kepentingan pribadinya," teriak Amir.

Hal ini menjadi bukti kuat bahwa Dirut Adam Malik melakukan kecurangan dan terindikasi melakukan tindak pidana penipuan untuk menguntungkan diri sendiri.

"Dirut yang juga sebagai Kuasa Pengguna Anggaran (KPA) dalam hal ini telah melakukan beberapa tindakan kecurangan yang merugikan pihak ketiga. Dan Perubuatan Dirut tersebut diduga kuat mengarah pada penipuan bahkan tindak pidana mark up dan korupsi yang menguntungkan diri sendiri atau suatu kelompok," pungkas Amir.

Halaman
12
Penulis: Victory Arrival Hutauruk
Editor: Royandi Hutasoit
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved