Calon Dipilih karena 'Cantik Berlebihan', Foto Evi Apita Maya Disoal ke MK, Tuduhan Pemalsuan Foto

Calon Dipilih karena 'Cantik Berlebihan', Foto Evi Apita Maya Disoal ke MK, Tuduhan Pemalsuan Foto

Calon Dipilih karena 'Cantik Berlebihan', Foto Evi Apita Maya Disoal ke MK, Tuduhan Pemalsuan Foto
Kompas.com
Calon Dipilih karena 'Cantik Berlebihan', Foto Evi Apita Maya Disoal ke MK, Tuduhan Pemalsuan Foto 

TRIBUN-MEDAN.COM - Calon Dipilih karena 'Cantik Berlebihan', Foto Evi Apita Maya Disoal ke MK, Tuduhan Pemalsuan Foto.

//

Mahkamah Konstitusi kedapatan perkara perselisihan hasil pemilihan umum (PHPU) atau sengketa hasil Pileg 2019 yang unik.

Baca: BERITA KESEHATAN: Cara Mengatasi Sakit Leher saat Bangun Tidur, Lakukan 2 Cara Termasuk Tidur Miring

Baca: 7 Orang Pesta Seks di Vila Digerebek Polisi, Tersangka Sebut Bagian Fantasi, Mengaku Ini Party Ke-4

Caleg DPD RI terpilih Evi Apita Maya, yang digugat karena foto editan yang dianggap terlalu cantik dan di luar batas kewajaran.
Caleg DPD RI terpilih Evi Apita Maya, yang digugat karena foto editan yang dianggap terlalu cantik dan di luar batas kewajaran. (KOMPAS.com/IDHAM KHALID)

Foto Calon anggota DPD Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) Evi Apita Maya dipersoalkan lantaran editan foto yang dianggap berlebihan dan dianggap melanggar administrasi pemilu.

Berikut sejumlah fakta persidangan terkait foto Evi Apita Mayayang diperkarakan :

Dituduh pemalsuan foto dan politik uang

Fotocalon anggotaa DPD RI Evi Apita Maya yang dipersoalkan oleh saksi Farouk Muhammad yang mengangap Evi melakukan pemalsuan dokumen karena fotonya jadi cantik. Evi sendiri lolos ke Senayan lantaran foto cantiknya tersebut.
Foto calon anggota DPD RI Evi Apita Maya yang dipersoalkan oleh saksi Farouk Muhammad yang mengangap Evi melakukan pemalsuan dokumen karena fotonya jadi cantik. Evi sendiri lolos ke Senayan lantaran foto cantiknya tersebut. (Do. Istimewa)

Dalam rapat pleno Komisi Pemilihan Umum (KPU) Nusa Tenggara Barat, Selasa (14/5/2019), ada pengaduan dari saksi calon anggota DPD RI, Farouk Muhammad dan Oni Husaini Alzufri terkait kecurangan pemilu.

Dalam laporan KPU, Evi diduga melakukan politik uang dengan membagikan sembako saat kampanye dan pemalsuan foto untuk meraih suara terbanyak.

Evi dituduh menggunakan foto lama sebagai syarat administrasi pencalonan anggota DPD RI.

"Saksi melaporkan bahwa adanya pemalsuan dokumen atau gambar pengunaan foto, sebagai persyaratan administrasi calon perseorangan anggota DPD RI. Semestinya bakal calon mengunakan foto terbaru maksimal 6 bulan sebelum pendaftaran di KPU," kata komisioner KPU NTB Syamsudin.

Halaman
1234
Editor: Salomo Tarigan
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved