Jalan di Simpang Jodoh Rusak Parah, saat Kemarau Menebar Debu Musim Hujan jadi Kubangan

Kalau hujan kubangan terjadi sampai siang belum tentu habis airnya. Kalau musim panas, abunya bukan main," ucap Ayu.

Jalan di Simpang Jodoh Rusak Parah, saat Kemarau Menebar Debu Musim Hujan jadi Kubangan
Tribun Medan/Muhammad Fadli Taradifa
Kondisi Jalan Pasar VII, Simpang Jodoh, Jumat (19/7/2019). 

TRIBUN-MEDAN.com-Warga yang bermukim di kawasan Pasar VII, Simpang Jodoh, Tembung, Percut Seituan, Deliserdang, mengeluhkan kondisi jalan yang rusak.

Salah seorang warga Suryati, mengatakan kondisi jalan seperti kubangan kerbau ini sudah berlangsung cukup lama.

"Kalau kondisi seperti ini sudah sangat lama. Sekitar enam bulanan juga. Sekarang musim hujan. Kondisi semakin parah," ucap wanita berkerudung merah ini, Jumat (19/7/2019).

Kawasan Simpang Jodoh yang terkenal dengan kuliner rujak ulek tampak sepi pembeli yang diakibatkan jalanan rusak.

Seperi salah seorang pedagang, Ayu mengatakan, kalau pasca hujan ini jalanan banjir. Lama keringnya.

"Kondisi parah ini sudah lama ya. Kalau hujan kubangan terjadi sampai siang belum tentu habis airnya. Kalau musim panas, abunya bukan main," ucapnya.

Pantauan Tribun Medan di lokasi, kondisi jalan terlihat rusak parah. Bebatuan yang ditimbun terlihat semakin parah.

Kubangan di jalan tersebut akibat hujan yang mengguyur kawasan ini sejak Kamis (18/7/2019) malam masih terlihat digenangi air.

Informasi yang dihimpun, kondisi tersebut sudah berlangsung sejak lama.

Terlihat beberapa petugas kecamatan memperbaiki jalur drainase.

Tanah hasil pengerukan drainase menumpuk di tepi Jalan Pasar VII Tembung, Simpang Jodoh.

(mft/tribun-medan.com)

Penulis: Muhammad Fadli Taradifa
Editor: Liston Damanik
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved