Kunjungi Kabupaten Karo, Pangdam Mayjen TNI MS Fadilah Pantau Aktivitas Sinabung

Saya tadi sudah mendengarkan paparan seputar Gunung Sinabung, kebetulan masih ada sedikit batuk-batuknya.

Kunjungi Kabupaten Karo, Pangdam Mayjen TNI MS Fadilah Pantau Aktivitas Sinabung
TRIBUN MEDAN/M NASRUL
Pangdam I/BB Mayjen TNI MS Fadilah memantau aktivitas Gunung Sinabung di Pos PGA Sinabung, Jalan Kiras Bangun, Simpangempat, Jumat (19/7/2019). 

TRIBUN-MEDAN.com, SIMPANGEMPAT - Panglima Kodam (Pangdam) I/BB Mayor Jendral (Mayjen) M.S Fadilah, melakukan kunjungan ke Kabupaten Karo, Jumat (19/7/2019).

Pada kunjungannya kali ini, Fadilah berkesempatan untuk datang ke Pos Pengamatan Gunung Api (PGA) Sinabung, Jalan Kiras Bangun, Simpangempat.

Di sana, Fadilah langsung disambut oleh Bupati Karo Terkelin Brahmana SH, Dandim 0205/TK Letkol Inf Taufik Rizal, Kapolres Tanah Karo AKBP Benny R Hutajulu, dan Kajari Karo Gloria Sinuhaji.

Kemudian Kepala Bappeda Karo Ir Nasib Sianturi, Kepala BPBD Karo Martin Sitepu, serta dua orang pengamat Gunung Sinabung Armen Putra, dan Arif Cahyo.

Fadilah mengatakan, setelah mendengarkan paparan dari Dandim 0205/TK seputar bencana yang mendera Kabupaten Karo sejak tahun 2010 lalu itu, dirinya melihat masih banyak yang perlu diselesaikan.

Dirinya menyebutkan, salah satu yang masih dan harus terus menjadi perhatian ialah seputar penanganan korban erupsi.

"Saya tadi sudah mendengarkan paparan seputar Gunung Sinabung, kebetulan masih ada sedikit batuk-batuknya. Dan ternyata masih ada sisa-sisa dari penanganan Sinabung yang masih belum rampung, untuk itu besok kita akan melihat lokasi relokasi di Siosar," ujar Fadilah.

Fadilah mengungkapkan, melihat hingga saat ini Gunung Sinabung masih aktif dan beberapa waktu terakhir sempat menunjukkan aktivitasnya, dirinya mengatakan seluruh unsur harus terus memberikan perhatian untuk Sinabung. Ia mengatakan, penanganan yang paling utama ialah dalam rangka pencegahan atau mitigasi.

"Kita memang tidak menginginkan hal itu terjadi lagi, tapi jika memang nantinya kembali terjadi kita sudah dapat mengetahui langkah apa yang akan dilakukan," katanya.

Dirinya menyebutkan, semua unsur baik pemerintahan dan sebagainya harus bergandengan tangan untuk mengatasi permasalahan Sinabung. Dirinya mengimbau, agar masyarakat juga menaati apa yang sudah ditentukan oleh pemerintah setempat.

"Kita semua harus bersatu, agar nantinya jika bencana kembali terjadi kita lebih mudah penanganannya. Relokasi masih ada yang terkendala juga, pelan-pelan kita ajak bicara masyarakat yang memang masih belum mau untuk direlokasi," ucapnya.

Melihat topografi Kabupaten Karo yang rentan dengan bencana, Fadilah juga sempat menyinggung tentang adanya pleton Pasukan Reaksi Cepat Penanggulangan Bencana (PRC-PB). Dirinya menyebutkan, pleton tersebut disiapkan  di semua jajaran Kodam I/BB yang tersebar di empat provinsi.

"Tujuannya untuk cepat digerakkan apabila terjadi bencana, kekuatannya memang kecil tapi mudah-mudahan jadi penindak awal. Kira-kira jumlahnya 30 orang di setiap pleton, tetapi mudah-mudahan bisa dilengkapi dengan alat yang cukup. Seperti kesehatan, perhubungan, dan paling tidak membawa logistik minimal untuk tiga hari," katanya.

"Saya dengar sudah dilaporkan Dandim kalau di sini sudah ada kerja sama yang baik di tingkat kordinasi hingga latihan tentang penanganan bencana," pungkasnya.

(cr4/tribun-medan.com) 

Penulis: Muhammad Nasrul
Editor: Feriansyah Nasution
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved