Bermodal Rp20 Ribu, Kini Diati Hasilkan Jutaan Rupiah dari Sepatu Rajut Bayi

"Awalnya karena saya punya bayi. Jadi saya tertarik dengan produk hasil rajut ini. Lama-lama saya belajar dari YouTube dan produksi sendiri," ujarnya.

Bermodal Rp20 Ribu, Kini Diati Hasilkan Jutaan Rupiah dari Sepatu Rajut Bayi
Tribun Medan/Septrina Ayu Simanjorang
Diati dan sepatu rajut bayi miliknya di Manhattan Times Square, Sabtu (20/7/2019). Bermodal Rp 20 ribu, kini Diati berpenghasilan hingga jutaan rupiah. 

TRIBUN-MEDAN.com-Produk hasil rajut banyak digemari terutama karena bentuknya yang unik dan khas. Dari hasil rajutan ini banyak produk yang bisa dibuat, salah satunya sepatu bayi.

Diati menjadi seorang yang menekuni usaha sepatu rajut bayi ini. Ia memulai usaha ini tiga tahun belakangan.

Sepatu rajut bayi produksi Diati ini dibuat dengan bermacam model dan bentuk. Warna-warnanya pun sangat menarik di pandang mata.

"Awalnya karena saya punya bayi. Jadi saya tertarik dengan produk hasil rajut ini. Lama-lama saya belajar dari YouTube dan produksi sendiri," ujar Diati saat ditemui di Manhattan Times Square, Sabtu (20/7/2019)

Produk yang ia jual kini sudah dipasarkan melalui toko-toko pakaian di daerah Marelan. Selain sepatu bayi ini, Diati juga memproduksi pakaian bayi hingga sepatu orang dewasa.

Baca: Keripik Kentang The Raf Food dari Medan Laku hingga ke Australia

Baca: Dapur Ceta Tawarkan Reseller Frozen Food Kebab

Baca: Petani Kopra di Asahan Mengadu ke Istana Negara, KPPU Segera Turun Tangan

"Semua produk saya dibuat dengan cara dirajut. Tapi produk yang siap beli hanya sepatu bayi untuk usia maksimal 12 bulan. Untuk produk dan ukuran lainnya saya buat jika ada pesanan saja atau made by order," ujarnya.

Dalam satu bulan, ia bisa menjual hingga 80 pasang sepatu rajut bayi. Sepatu ini ia pasarkan juga secara online melalui Facebook Diati Sepatu Rajut Bayi.

Diati memerlukan waktu dua jam untuk merajut satu pasang sepatu bayi. Untuk memenuhi order kini ia sudah mempunyai dua karyawan.

Diati menuturkan modal awal usahanya ini hanya Rp 20 ribu untuk membeli alat rajut dan juga untuk membeli benang. Kini ia bisa meraih omzet hingga jutaan rupiah perbulan.

"Untuk mengembangkan bisnis seperti ini yang penting kita ada kemauan untuk mengembangkan hobi kita. Selain itu kita harus rajin berinovasi dan mencari ide-ide baru di media sosial," katanya.

Ia mengaku kebanyakan produknya digemari oleh warga Surabaya dan Dumai. Dalam satu bulan ia bisa mengirim 50 pasang sepatu ke kota-kota ini.

Sedangkan Kota Medan peminatnya tidak sebanyak Surabaya dan Dumai. Meski begitu, menurutnya prospek usaha sepatu rajut bayi ini masih terbuka luas di Kota Medan.

"Menurut saya usaha seperti ini masih terbuka luas prospeknya karena kan produk seperti ini unik, bagus, dan jarang orang yang berjualan sepatu rajut bayi seperti ini," katanya.

Produk-produk Diati dipasarkan dengan harga yang bervariasi. Untuk sepatu rajut bayi ia jual dengan harga Rp 40 ribu per pasang.

"Kalau baju, harganya lebih mahal. Mulai dari Rp 200 ribu, tapi semuanya merupakan rajutan tangan," pungkasnya. (cr18/tribun-medan.com)

Penulis: Septrina Ayu Simanjorang
Editor: Liston Damanik
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved