Cerita Keluarga Siswa SMA Taruna Indonesia Sebelum Meninggal, Mengigau 'Ampun Komandan' Saat Koma

KOMISIONER Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Retno Listyarti sempat membesuk WJ (14), siswa baru SMA Taruna Indonesia.

Cerita Keluarga Siswa SMA Taruna Indonesia Sebelum Meninggal, Mengigau 'Ampun Komandan' Saat Koma
KPAI
Komisioner KPAI Retno Listyarti saat bertemu keluarga almarhum WJ, siswa korban kekerasan senior di SMA TI Palembang. 

KOMISIONER Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Retno Listyarti sempat membesuk WJ (14), siswa baru SMA Taruna Indonesia.

Retno Listyarti membesuk saat WJ dirawat di RS RK Charitas, Palembang, Sumatera Selatan, Rabu (17/7/2019) lalu.

WJ mengalami koma saat mengikui Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) yang di SMA TI disebut Masa Dasar Bimbingan Fisik dan Mental, selama satu minggu.

Saat KPAI datang, WJ dalam kondisi koma.

Setiba di RS, Retno Listyarti mengaku langsung melihat kondisi WJ di ruang ICU, dan sempat mengobrol cukup lama dengan ayah, ibu, dan nenek WJ.

"Keluarga menceritakan bahwa WJ tidak memiliki penyakit bawaan, apalagi di bagian pencernaan (usus)."

""WJ tumbuh kembang secara sehat, kuat, dan jarang sakit. WJ juga memiliki postur tubuh yang tinggi dan besar."

"WJ memang memiliki cita-cita menjadi TNI sejak kecil, sehingga WJ ingin sekali bersekolah di SMA TI, Palembang," ungkap Retno Listyarti, Sabtu (20/7/2019).

Menurut Retno Listyarti, kedua orang tua WJ mengatakan kondisi putranya sehat dan segar bugar saat mereka mengantar WJ masuk asrama SMA TI pada Sabtu 6 Juli 2019.

"Namun, setelah mengikuti kegiatan sejenis MPLS atau di SMA TI di sebut Masa Dasar Bimbingan Fisik dan Mental selama satu minggu, pihak keluarga ditelepon oleh pihak sekolah."

Halaman
1234
Editor: Fahrizal Fahmi Daulay
Sumber: Warta kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved