Dengan Kondisi Perut Masih Sakit, Ibu Ini Ikut Ujian Sekolah Setelah 30 Menit Melahirkan

Bagi ibu di Republik Guinea ini, pendidikan adalah segalanya. Karena itu, dia memutuskan tetap ikut ujian sekolah setelah melahirkan anak.

Dengan Kondisi Perut Masih Sakit, Ibu Ini Ikut Ujian Sekolah Setelah 30 Menit Melahirkan
Fatoumata Kourouma via BBC
Fatoumata Kourouma, ibu dari Guinea. Dia menjadi perbincangan setelah ikut ujian 30 menit setelah melahirkan anak. 

Bagi ibu di Republik Guinea ini, pendidikan adalah segalanya. Karena itu, dia memutuskan tetap ikut ujian sekolah setelah melahirkan anak.

Fatoumata Kourouma mengisahkan dia harus dibawa keluar ruang ujian dan dilarikan ke rumah sakit setelah mengalami kontraksi. Namun setelah itu, dia kembali 30 menit kemudian.

"Saya berkata kepada diri saya bahwa saya harus mendapatkan gelar sarjana muda ini," ujar Kourouma, murid berusia 18 tahun, seperti diberitakan BBC Jumat (19/7/2019).

Dia mengisahkan hendak ikut ujian Selasa (15/7/2019) di Mamou. Namun sehari sebelumnya, dia merasakan sakit luar biasa di perut. "Saat itu, saya tak tahu bakal melahirkan," paparnya.

Meski merasa sakit, dia memberanikan diri untuk ikut ujian demi mendapatkan gelar. Kourouma mengaku sengaja tidak memberitahukan kepada suami maupun sekolah.

"Sebab, saya khawatir mereka malah mencegah saya pergi dan malah meminta saya ke dokter," terangnya. Saat di ruang ujian itulah, dia tahu mengalami kontraksi.

Begitu di rumah sakit dan melahirkan, Kourouma mengatakan dia langsung menyerahkan bayinya kepada orangtuanya sehingga dia bisa kembali ke ruang ujian.

Sebab saat itu, mata pelajaran yang diujikan adalah Fisika dan Bahasa Perancis. "Harusnya sudah dimulai. Namun pengawas membolehkan saya masuk," katanya.

Saat itu, Kourouma susdah merasa segar di badannya dan tidak sakit lagi. Kourouma menuturkan baik dia maupun bayinya berada dalam keadaan sehat.

Seorang kerabat kepada AFP berujar, suami Kourouma yang merupakan seorang polisi sangat senang dan memberi tahu semua orang tentang "perempuan hebat" itu.

Menurut data dari badan PBB untuk anak-anak dan ibu atau UNICEF, satu dari tiga perempuan di Guinea melahirkan ketika mereka berusia 18 tahun.

Sedangkan data dari Human Rigths Watch mengungkapkan, Guinea adalah satu dari 18 negara di Afrika yang tidak punya aturan supaya ibu hamil tetap bersekolah.

Di Tanzania atau Sierra Leone, pemerintah setempat menerapkan kebijakan di mana perempuan yang masih usia sekolah bakal dikeluarkan jika mereka ketahuan hamil.

Editor: Fahrizal Fahmi Daulay
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved