Intai 3 Minggu, Kejari Medan Jemput Usman di Rumahnya untuk Jalani Sisa Human kasus Penipuan

Warga Jalan Sei Deli Kelurahan Silalas Kecamatan Medan Barat ini disergap oleh tim eksekutor Kejari Medan pada Sabtu (20/7/2019) pagi.

Intai 3 Minggu, Kejari Medan Jemput Usman di Rumahnya untuk Jalani Sisa Human kasus Penipuan
TRIBUN MEDAN/Iistimewa
Intai 3 Minggu, Kejari Medan Jemput Usman di Rumahnya untuk Jalani Sisa Human kasus Penipuan. Usman saat disergap oleh tim eksekutor Kejari Medan. 

Intai 3 Minggu, Kejari Medan Jemput Usman di Rumahnya untuk Jalani Sisa Human kasus Penipuan

TRIBUN-MEDAN.com-Usman alias Lau Tjion Kiong alias Kiong (71) harus kembali meringkuk di sel tahanan.

Warga Jalan Sei Deli Kelurahan Silalas Kecamatan Medan Barat ini disergap oleh tim eksekutor Kejari Medan pada Sabtu (20/7/2019) pagi.

Usman dijemput untuk menjalani masa hukuman 2 tahun penjara yang dijatuhkan Mahkamah Agung dalam kasus penipuan.

Kepala Seksi (Kasi) Pidana Umum (Pidum) Kejari Medan, Parada Situmorang mengatakan Usman merupakan terpidana dalam kasus penipuan senilai Rp 3 miliar yang dilakukannya pada tahun 2011 silam.

"Pria itu sempat ditahan 8 bulan usai PN Medan menghukumnya dengan pidana 2 tahun penjara pada awal 2018," kata Parada, Sabtu (20/7/2019).

"Namun dia banding dan Pengadilan Tinggi Medan pada Juni 2018 mengeluarkan putusan Onslaag (Terdakwa terbukti, tetapi perbuatan itu bukanlah merupakan suatu tindak pidana) kepada terdakwa. Sehingga terdakwa keluar dari tahanan," sambungnya.

Baca: Rina Menangis Lihat Saldo ATM yang Awalnya Berisi Belasan Juta Tinggal Ratusan Ribu Rupiah

Baca: Romula, Ayah tiga Anak Ini Terserang Penyakit Misterius hingga Wajahnya Membengkak Empat Kali Lipat

Baca: TERNYATA Hotman Paris Idolakan Ustadz Abdul Somad (UAS), Ini Postingan UAS yang Paling Disukai

Jaksa kemudian melakukan kasasi. Lantas pada Bulan Desember 2018, Mahkamah Agung membatalkan putusan PN Medan dan menghukum pria itu dengan 2 tahun penjara.

"Kita terima salinan putusannya pada 1 Juli kemarin. Mulai saat itu, tim eksekusi yang dipimpin jaksa Rambo L Sinurat melakukan pengintaian terhadap terpidana yang diketahui mempunyai dua alamat tersebut," terang Parada.

Tiga minggu melakukan pengintaian di dua rumah milik terpidana, tim akhirnya mengetahui keberadaan pelaku.

Halaman
12
Penulis: M.Andimaz Kahfi
Editor: Joseph W Ginting
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved