Kejati Sumut Rilis 50 DPO yang Masih Bebas Berkeliaran, Ini Daftar Nama dan Kasusnya

Masih ada beberapa DPO kami sekitar 50 setelah kami lakukan pendataan yang masih harus kita kejar. Oleh karena itu kami punya strategi

Kejati Sumut Rilis 50 DPO yang Masih Bebas Berkeliaran, Ini Daftar Nama dan Kasusnya
TRIBUN MEDAN/Victory
Kejati Sumut Rilis 50 DPO yang Masih Bebas Berkeliaran, Ini Daftar Nama dan Kasusnya. Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sumut memiliki pekerjaan rumah besar usai merilis 50 orang Daftar Pencarian Orang (DPO) yang masih menunggak hingga hari ini. 

Kejati Sumut Rilis 50 DPO yang Masih Bebas Berkeliaran, Ini Daftar Nama dan Kasusnya

TRIBUN-MEDAN.com-Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sumut memiliki pekerjaan rumah besar usai merilis 50 orang Daftar Pencarian Orang (DPO) yang masih menunggak hingga hari ini, Sabtu (20/7/2019).

Asisten Intelejen (Asintel) Kejati Sumut, Leo Simanjuntak menuturkan setelah dilakukan pendataan ulang hingga Juli 2019 masih ada 50 DPO yang belum tertangkap.

"Masih ada beberapa DPO kami sekitar 50 setelah kami lakukan pendataan yang masih harus kita kejar. Oleh karena itu kami punya strategi, kami sudah melakukan publikasi, yang kami lakukan setelah berkas, meski ternyata hampir rata-rata tidak ada foto, namun disaat kita lakukan penyidikan yang bersangkutan belum ada, sehingga yang sudah kamu publish ke publik ada 28 di website, youtube dan Instagram," jelasnya.

Di antara seluruh DPO ini didominasi oleh para terpindana dan tersangka korupsi sebanyak 24 kasus dan lainnya dijerat kasus pidana umum.

Bahkan nama-nama yang menjadi buronan tingkat internasional yang sudah buron sejak 2011 yaitu Adelin Lis (54), terpidana dalam perkara tindak pidana dan korupsi kehutanan yang saat itu menjabat sebagai Direktur Keuangan/Umum PT Keang Nam Development Indonesia.

Baca: Gubernur Edy Sebut Dirinya Dilarang Orang di Sekitarnya Hadiri Konferda PDIP Sumut, Ini Alasannya

Baca: PSMS Lengah Setelah Cetak Tiga Gol, Gurning: Kalau Bisa, Tidak Kebobolan

Baca: Puting Beliung Hantam Kelurahan Kota Matsum, Atap Ruko Terbang Dibawa Angin

Baca: Cemburu Istri hanya Urusi Anak, Suami Pilih Lompat dari Lantai 5 Apartemen hingga Tenggelamkan Diri

Lalu tersangka Ahmad Sofyan Hot Siregar (44) yang tak kunjung disidangkan sejak 2010 silam. Ahmad menjabat sebagai PNS di Dinas Pertanian Kabupaten Asahan tepatnya di Balai Benih Pertanian.

Sofyan tersangkut perkara tindak pidana pada proyek pemetakan sawah di Dusun VII Desa Mekar Sari Kecamatan Pulau Rakyat Kabupaten Asahan Tahun Anggaran 2009 silam.

Lalu Direktur CV SP, Haltatif tersangka kasus dugaann korupsi pembelian 294 unit kendaraan dinas di Bank Sumut tahun anggaran 2013 senilai Rp17 miliar yang sudah DPO sejak 2016 lalu.

Leo mengaku, kendala belum bisa segera tertangkapnya ke 50 DPO ini karena pihaknya tidak memiliki dokumen foto sehingga tidak dapat dipublikasikan ke media.

Baca: BMKG Tanggapi Potensi Tsunami 20 Meter di Selatan Jawa, Ancam 584 Desa yang Dihuni 600.000 Jiwa

Baca: Hutama Hafiz Husein dan Ifani Helen Terpilih jadi Jaka Dara Kota Medan 2019

Baca: Wagub Ijek Temui Kepala BNPB di Jakarta, Bicarakan Soal Pengungsi Sinabung hingga Banjir kota Medan

Halaman
1234
Penulis: Victory Arrival Hutauruk
Editor: Joseph W Ginting
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved