Wiranto- Warning Wiranto, Mantan Anggota Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) Bisa Dijerat hukum jika Sebar

Wiranto- Warning Wiranto, Mantan Anggota Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) Bisa Dijerat hukum jika Sebar

Wiranto- Warning Wiranto, Mantan Anggota Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) Bisa Dijerat hukum jika Sebar
tribunnews
Wiranto- Warning Wiranto, Mantan Anggota Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) Bisa Dijerat hukum jika Sebar 

TRIBUN-MEDAN.COM - Wiranto- Warning Wiranto, Mantan Anggota Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) Bisa Dijerat hukum jika Sebar.

//

Mantan anggota Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) yang masih sebarkan paham anti-Pancasila disebut bisa dijerat hukum.

Baca: Penjelasan Polisi, Alasan Nunung Srimulat dan Suami Konsumsi Sabu dan Daftar Artis Kasus Narkoba

Baca: VIRAL, VIDEO 2 Harimau Aneh Berkeliaran di Perkampungan dan Jalan Raya, Warga Panik Takut Diterkam

Baca: KIsah Soeharto - TERBONGKAR UCAPAN Soeharto pada Soekarno sebelum Pecah G30S/PKI dan Terbukti

Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan Wiranto menjelaskan, meskipun secara organisasi HTI telah dibubarkan, namun paham-paham anti-Pancasila dan anti-NKRI tetap tidak bisa dibiarkan pemerintah.

"Organisasi itu (HTI) dibubarkan karena pahamnya. Ideologi, visi dan misinya sudah jelas-jelas bertentangan dengan Pancasila dan NKRI," ujar Wiranto selepas rapat koordinasi terbatas tingkat menteri di kantor Kemenko Polhukam, Jakarta Pusat, Jumat (19/7/2019).

"Sehingga, kalau ada individu-individu atau mantan anggotanya masih melanjutkan dan menyebarkan paham-paham yang anti-Pancasila, ya masuk ranah hukum," kata dia.

Baca: VIRAL, VIDEO 2 Harimau Aneh Berkeliaran di Perkampungan dan Jalan Raya, Warga Panik Takut Diterkam

Rapat tersebut juga dihadiri Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly, Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin, Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara, dan Kepala BNPT Suhardi Alius.

Massa yang tergabung dalam Keluarga Besar Nahdlatul Ulama Kota Bandung melakukan unjuk rasa terkait rencana kegiatan Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) di Monumen Perjuangan Rakyat Jawa Barat pada 15 April 2017, di depan Gedung Sate, Jalan Diponegoro, Kota Bandung, Kamis (13/4/2017). Dalam aksinya, mereka menyerukan menolak seluruh kegiatan dan menuntut pembubaran HTI yang menyebarkan propaganda khilafah dengan maksud merubah Pancasila sebagai asas ideologi dan asas tunggal kehidupan bernegara.  (TRIBUN JABAR/GANI KURNIAWAN)
Massa yang tergabung dalam Keluarga Besar Nahdlatul Ulama Kota Bandung melakukan unjuk rasa terkait rencana kegiatan Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) di Monumen Perjuangan Rakyat Jawa Barat pada 15 April 2017, di depan Gedung Sate, Jalan Diponegoro, Kota Bandung, Kamis (13/4/2017). Dalam aksinya, mereka menyerukan menolak seluruh kegiatan dan menuntut pembubaran HTI yang menyebarkan propaganda khilafah dengan maksud merubah Pancasila sebagai asas ideologi dan asas tunggal kehidupan bernegara. (TRIBUN JABAR/GANI KURNIAWAN) (TRIBUN JABAR/GANI KURNIAWAN)

Wiranto menambahkan, sebaliknya jika ada eks HTI yang tidak melanjutkan dan menyebarkan paham anti-Pancasila, maka pemerintah tidak akan melakukan upaya hukum.

"Kalau aktivitas eks HTI itu seperti bakti sosial dan tidak membicarakan masalah ideologi yang bertentangan dengan Pancasila dan NKRI ya silakan saja, enggak ada masalah," tuturnya.

Tidak hanya HTI, ucap Wiranto, ormas lain yang juga memiliki paham seperti HTI juga dilarang.

HTI telah dibubarkan oleh Pemerintahan Presiden Joko Widodo karena dianggap anti-Pancasila.

Pembubaran berdasarkan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang (Perppu) Nomor 2 Tahun 2017 tentang Organisasi Masyarakat.

Baca: Info Terkini Penerimaan CPNS & P3K Pusat - Daerah, 7 Tahapan Proses Seleksi, Prediksi Jumlah Pelamar

Baca: Penjelasan Polisi, Alasan Nunung Srimulat dan Suami Konsumsi Sabu dan Daftar Artis Kasus Narkoba

Baca: PREDIKSI dan Live Streaming Inter Milan Vs Manchester United, Inter Pasang Pemain Baru Diego Godin

Wiranto- Warning Wiranto, Mantan Anggota Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) Bisa Dijerat hukum jika Sebar

tautan asal tribunnews

Editor: Salomo Tarigan
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved