Cegah Korupsi Dana Desa, Kejati Sumut Canangkan Jaksa Garda Desa

Seperti diketahui penggelontoran Dana Desa di Indonesia pada tahun 2019 mencapai angka Rp 70 Triliun di tahun 2019, dan sekitar Rp 5 miliar di Sumut.

Cegah Korupsi Dana Desa, Kejati Sumut Canangkan Jaksa Garda Desa
TRIBUN MEDAN/Victory
Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sumut 

"Namun memang masih beberapa Kejari yang dapat, nanti kita targetkan seluruh Kejari diberikan server untuk online mengawasi dana desa," jelasnya.

Terkait berapa banyak kepala desa yang sudah diamankan akibat penyelewengan dana desa ini, Leo masih akan membuka file dan memperbaharui datanya

"Terkait data akurat terkait kampung kita akan kita teliti dulu, karrne saya harus mengecek sajauh mana penanganan kasus para kepala desa. kemudian nanti kami koordinasikan ke Pidsus kepala desa yang sudah ditanganin dalam perkaranya," jelasnya.

Sementara, Aspidsus Kejati Sumut, Irwan Sinuraya menyebutkan bahwa adanya penemuan kades yang korupsi dana desa di Sibolga namun tidak diproses karena jumlah penyelewengan dana yang sedikit dan telah dikembalikan.

"Untuk dana desa yang dikembalikan, Kita ada kebijakan untuk dana desa ini. Awalnya besar tapi peruntukannya itu masing-masing, yang dikembalikan itu terkait 10 juta dan 20 juta di pembangunan jembatan Dinas Bina Marga tahun 2018. Nah ini tidak kita sidangkan karena nanti lebih banyak kerugian yang kita terima. Karena sidang dari Sibolga ke Medan ini udah brapa ongkosnya. Sekali sidang sudah brapa juta, tapi saya pastikan disitu tidak ada kerugian negara karena sudah dikembalikan," ungkapnya.

Seperti diketahui deretan kepala desa di Sumut yang telah diamankan dan divonis ada beberapa kasus sebagai berikut, kepala desa dari Pamatangsinaman, Kecamatan Dolokpardamean, Kabupaten Simalungun, Kawardin Purba telah divonis 4 tahun penjara atas korupsi Rp 203 juta.

Selanjutmya Dapet Ginting,  kades Timbang Jaya, Kecamatan Bahorok atas dugaan tindak pidana korupsi Dana Desa (DD) dan Alokasi Dana Desa (ADD) sebesar Rp198.501.000 tahun anggaran 2016 pada Mei 2019.

Lalu pada Mei 2019 lalu, Kejari Langkat menahan Dapet Ginting, mantan kepala desa Timbang Jaya, Kecamatan Bahorok atas dugaan tindak pidana korupsi Dana Desa (DD) dan Alokasi Dana Desa (ADD) sebesar Rp198.501.000 tahun anggaran 2016. 

Selanjur Kepala Desa Tanah Besih, Kecamatan Tebing Syahbandar, Kabupaten Serdang Bedagai, Darma Suardi ditetapkan sebagai tersangka dan resmi ditahan di Polres Tebing Tinggi atas kerugian negara sebesar Rp 747.527.777 tahun anggaran 2017 pada 19 Juni 2019 lalu.

Lalu baru-baru ini Arifin, mantan Kepala Desa Suka Jaya, Kecamatan Tanjung Tiram, Kabupaten Batu Bara, Sumatera Utara diringkus Polres Batubara dengan dugaan korupsi dana desa 2017 dengan kerugian negara sebesar Rp599.524.788 TA 2017, kemarin 21 Juli 2019.

(vic/tribunmedan.com)

Penulis: Victory Arrival Hutauruk
Editor: Royandi Hutasoit
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved