Kejari Binjai Tunggu Pelimpahan Perkara Tiga Tersangka Pabrik Mancis PT Kiat Unggul

Victor Antonius membenarkan perkara pabrik mancis akan ditangani pihak Kejari Binjai, bukan di Kejaksaan Negeri Langkat.

Kejari Binjai Tunggu Pelimpahan Perkara Tiga Tersangka Pabrik Mancis PT Kiat Unggul
TRIBUN MEDAN/DEDY KURNIAWAN
Kejari Binjai, Victor Antonius Saragih Sidabutar. 

TRIBUN-MEDAN.com, BINJAI - Kejaksaan Negeri Binjai sudah bersiap melimpahkan perkara tiga tersangka pabrik mancis ilegal di Kabupaten Langkat. Kejari Binjai, Victor Antonius Saragih Sidabutar sedang menunggu SPDP dari Polres Binjai.

Victor Antonius membenarkan perkara pabrik mancis akan ditangani pihak Kejari Binjai, bukan di Kejaksaan Negeri Langkat.

Saat ini, kata Victor, koordinasi sudah dilakukan penyidik dengan Jaksa Penuntut Umum yang ditunjuk untuk menyidangkan perkara tersebut.

"Tinggal tunggu tahap I (lengkap), lalu pelimpahan dalam waktu dekat. Kita punya berketentuan KUHP, bahwa meski masuk wilayah Langkat, yang bersangkutan ditahannya di Polresta Binjai," ujar Victor, Senin (22/7/2019)

Kajari juga menyoroti sejumlah instansi terkait yang bertanggung jawab atas pengawasan pabrik korek gas ilegal ini. Pasalnya, pabrik yang merupakan anak perusahaan PT Kiat Unggul mengoperasikan tiga pabrik rumahan beroperasi tanpa SOP, dan sudah menahun.

Terpisah, Penyidik Satuan Reserse Kriminal Polres Binjai dalam proses menyusun berkas perkara tiga tersangka yang berkaitan dalam kebakaran korek gas mancis. Kapolres Binjai AKBP Nugroho Tri Nuryanto bilang, penyidik masih melayangkan SPDP kepada Kejaksaan Negeri Binjai.

"SPDP sudah masuk. Saat ini sedang menyusun berkasnya. SPDP dipisah. Tapi nanti 3 orang serempak (dilimpahkan)," kata sembari mengakui tak menutup kemungkinan memeriksa dinas terkait soal pengawas pabrik mancis.

Diketahui, ada tiga tersangka dijerat polisi dengan pasal berlapis. Tersangka Burhan disangkakan Pasal 359 KHUP (kelalaian mengaakibatkan matinya orang lain), lalu Pasal 188 KUHP (kelalaian yang menyebabkan kebakaran yang menyebabkan matinya orang lain), UU No 35 tahun 2014 Tentang Perlindungan Anak, UU Perlindungan Anak Pasal 76 H, dan 76 I Nomor 35 Tahun 2014 tentang perubahan UU No 23 tahun 2002.

Tersangka Lismawarni disangkakan melanggar 359 KHUP (kelalaian mengaakibatkan matinya orang lain), lalu Pasal 188 KUHP (kelalaian yang menyebabkan kebakaran yang menyebabkan matinya orang lain), Pasal 74 Huruf D dan Pasal 183 UU tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan.

Tersangka Indramawan disangkakan melanggar 359 KHUP (kelalaian mengaakibatkan matinya orang lain), lalu Pasal 188 KUHP (kelalaian yang menyebabkan kebakaran yang menyebabkan matinya orang lain), Pasal 61, Pasal 62 Nomor 26 Tahun 2017 tentang penataan ruang, Pasal 109 UU nomor 32 tahun 2009 tentang Perlindungan Pengelolaan Lingkungan Hidup, UU Perlindungan Anak Pasal 76 H, dan 76 I Nomor 35 Tahun 2014 tentang perubahan UU No 23 tahun 2002, Pasal 90 (1), 185 Ayat 1 UU Nomor 13 Tahun 2003 Tentang Ketenagakerjaan.

Diketahui, satu unit rumah yang dijadikan pabrik rumahan merakit mancis yang berlokasi di Jalan Perintis Kemerdekaan, Pasar 4, Desa Sambirejo, Kecamatan Binjai, Langkat, ludes dilahap si jago merah, Jum'at (21/6) sekitar pukul 11.30 WIB. Sebanyak 30 orang menjadi korban meninggal dunia.

(dyk/tribun-medan.com)

Penulis: Dedy Kurniawan
Editor: Feriansyah Nasution
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved