Menang Perkara hingga MA, Fahri Hamzah Ajukan Sita Aset Lima Pengurus PKS Ini

Mujahid dalam berkasnya membawa daftar aset di antaranya aset pribadi kelima orang tergugat di antaranya aset bergerak dan aset tetap.

Menang Perkara hingga MA, Fahri Hamzah Ajukan Sita Aset Lima Pengurus PKS Ini
Tribunnews.com/ Gita Irawan
Kuasa Hukum Fahri Hamzah, Mujahid A Latief di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan pada Senin (22/7/2019). 

TRIBUN-MEDAN.com - Wakil Ketua DPR RI Fahri Hamzah mengajukan surat eksekusi sita terhadap aset-aset lima pengurus Partai Keadilan Sejahtera (PKS) yakni Abdul Muiz Saadih, Hidayat Nur Wahid, Surahman Hidayat, Mohamad Sohibul Iman, dan Abdi Sumaithi.

Melalui kuasa hukumnya, Mujahid A Latief, menyampaikan Surat Permohonan Sita Aset dan Daftar Objek Sita kepada Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Senin (22/7/2019).

Mujahid dalam berkasnya membawa daftar aset di antaranya aset pribadi kelima orang tergugat di antaranya aset bergerak dan aset tetap.

Mujahid enggan merinci, tapi ia mengatakan bahwa aset-aset tersebut telah diverifikasi awal dan siap dieksekusi.

Ia mengatakan, sesuai ketentuan hukum acara, penetapan sita eksekusi merupakan lanjutan dari penetapan aanmaning.

Mujahid menjelaskan, setelah adanya permohonan sita eksekusi maka tahap selanjutnya adalah dikeluarkannya Penetapan Eksekusi yang berisi perintah Ketua Pengadilan Negeri kepada Panitera dan juru sita untuk menjalankan eksekusi.

Ia mengatakan, setelah Pengadilan mengeluarkan Penetapan Eksekusi berikut Berita Acara Eksekusi maka tahap selanjutnya adalah lelang aset para tergugat.

Mujahid mengatakan ada delapan aset yang diajukan sita eksekusi yakni berupa tanah, bangunan, sampai kendaraan milik kelima pengurus PKS tersebut.

"Jadi yang kami ajukan permohonan sita eksekusi adalah berupa tanah dan bangunan yang dimiliki oleh termohon kasasi. Lima orang itu. Ada juga barang-barang bergerak, jadi ada barang tidak bergerak itu berupa kendaraan," kata Pengacara Fahri, Mujahid Latief, di PN Jaksel, Jl Ampera Raya, Jakarta Selatan, Senin (22/7/2019).

Mujahid enggan merinci delapan aset yang diajukan untuk disita eksekusi karena khawatir akan ada upaya pengamanan yang dilakukan para tergugat bila dia menyebutkan secara rinci aset yang diajukan.

Halaman
12
Editor: Feriansyah Nasution
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved