Pasutri Ini Curi Sepeda Motor, Modusnya Dengan Mendaftarkan Anaknya Sekolah

Untuk peran, sambung Subroto, sang istri bertugas berpura-pura hendak mendaftarkan anaknya di sekolah tersebut.

Pasutri Ini Curi Sepeda Motor, Modusnya Dengan Mendaftarkan Anaknya Sekolah
HO
Kedua pelaku diamankan petugas usai menjalankan aksi pencurian, Senin (22/7/2019). 

TRIBUN-MEDAN.COM, MEDAN - Ada saja aksi kejahatan yang terjadi di Kota Medan.

Seperti pasangan suami istri (Pasutri) Saiful Zuhri dan Eva yang merupakan warga Kecamatan Percutseituan.

Keduanya terpaksa menjalani hidup di balik jeruji Polsek Percutseituan usai diamankan petugas.

Keduanya diduga melakukan aksi pencurian sepeda motor dengan modus mendaftarkan anaknya untuk bersekolah di salah satu taman kanak-kanak.

Kapolsek Percutseituan Kompol Subroto mengatakan, penangkapan kedua pelaku berlangsung di Desa Bandar Setia, Kecamatan Percutseituan Kabupaten Deliserdang pada 26 Juni lalu.

Aksi kedua pelaku di sebuah sekolah taman kanak-kanak, Senin (22/7/2019)
Aksi kedua pelaku di sebuah sekolah taman kanak-kanak, Senin (22/7/2019) (HO)

"Berdasarkan laporan korban dan rekaman kamera cctv, kedua pelaku beraksi membawa anaknya. Pelaku menjalankan aksinya dengan wajah memelas dan mendaftarkan anaknya untuk sekolah," ujarnya, Senin (22/7/2019).

Aksi pasangan suami istri ini terjadi di sekolah pendidikan anak usia dini di kecamatan Amplas.

Untuk peran, sambung Subroto, sang istri bertugas berpura-pura hendak mendaftarkan anaknya di sekolah tersebut.

"Sementara sang suami berperan sebagai eksekutor yang langsung membawa sepeda motor korban yang terparkir di halaman sekolah," ungkapnya.

Setelah sepeda motor dibawa kabur kedua pelaku, kedua anaknya ikut diboyong.

Baca: Jokowi Berpegangan Erat, Menteri Susi Duduk di Tepi Speed Boat tanpa Pelampung

Baca: Wali Kota Siantar Akui Dipanggil Polda Sumut Terkait Kasus Pungli Dana Insentif

"Kami yang mendapat laporan korban langsung melakukan penyelidikan dan berhasil mengamankan kedua pelaku," jelasnya.

Terpisah Saiful yang merupakan pelaku mengatakan, nekat melakukan aksi pencurian untuk memenuhi kebutuhan hidup.

"Hasil penjualan sepeda motor curian untuk kebutuhan sehari-hari," jelasnya.

Dari tangan kedua pelaku, petugas berhasil amankan satu unit sepeda motor korban yang belum sempat dijual ke penadah.

Kedua pelaku kini menjalani proses hukum hasil perbuatannya.

(mft/tribun-medan.com)

Penulis: Muhammad Fadli Taradifa
Editor: Royandi Hutasoit
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved