Pendaftar Seleksi Mahasiswa Mandiri di USU Naik, Mencapai 8.404 Orang

“Tahun 2019 ini total pendaftar ada 8.404 orang dan tahun 2018 kemarin yang mendaftar sebanyak 8.080 orang,” ujarnya, Senin (22/7/2019).

Pendaftar Seleksi Mahasiswa Mandiri di USU Naik, Mencapai 8.404 Orang
Tribun Medan / Ayu Prasandi
Rektor USU, Prof Runtung Sitepu saat meninjau pelaksanaan ujian Seleksi Mahasiswa Mandiri. 

TRIBUN-MEDAN.com,MEDAN- Sebanyak 8.404 orang mendaftar Seleksi Mahasiswa Mandiri (SMM) di Universitas Sumatera Utara (USU).

Pendaftar tersebut telah mengikuti ujian, Sabtu (20/7/2019) kemarin.

Rektor USU, Prof Runtung Sitepu kepada Tribun, mengatakan, jumlah pendaftar seleksi masuk jalur mandiri tahun 2019 ini ada kenaikan dibandingkan pada tahun 2018 lalu.

“Tahun 2019  ini total pendaftar ada 8.404 orang dan tahun 2018 kemarin yang mendaftar sebanyak 8.080 orang,” ujarnya, Senin (22/7/2019).

Ia menjelaskan, USU telah membuka pendaftaran online sejak tanggal 11 Juni hingga 18 Juli 2019 dan kemudian dilanjutkan dengan pelaksanaan ujian pada 20 Juli.

“Pengumuman akan dilakukan pada tanggal 27 Juli 2019 melalui website http://penerimaan.usu.ac.id dan jumlah mahasiswa yang akan diterima sebanyak 2.075 orang,” jelasnya.

Ia menuturkan, saat ujian, dari 8.404 orang peserta tersebut dibagi menjadi tiga kategori yaitu peserta ujian kategori IPA sebanyak 4151 orang, peserta ujian kategori IPS sebanyak 3065 orang dan peserta ujian kategori IPc sebanyak 1.188 orang.

“Jumlah pengawas saat ujian sebanyak 899 orang dan lokasi ujian yang digunakan ada 13 fakultas,” tuturnya.

Ia menerangkan, yang menjadi program studi (prodi) favorit di jalur mandiri adalah ilmu hukum sebanyak 1.712 orang, manajemen sebanyak 1.464 orang, teknologi informasi sebanyak 1.022 orang, ilmu kesehatan sebanyak 984 orang dan pendidikan dokter sebanyak 973 orang.

“Alhamdulillah pelaksanaan seleksi mahasiswa mandiri tahun ini berjalan lancar dan panitia tidak menemukan hal-hal yang menjadi kendala dan semuanya berjalan dengan baik,” terangnya.

Sementara itu, untuk seleksi Internasional, ia menuturkan, telah dilaksanakan pada 11 Juli 2019 di Kuala Lumpur, Malaysia.

“Peserta yang mengikuti seleksi internasional tersebut hanya diterima 10 persen dari daya tampung.  Jumlah peserta yang mendaftar 104 orang,  namun yang mengikuti seleksi hanya 84 orang,” tuturnya.

Ia mengatakan, sedangkan program studi yang dipilih yakni Pendidikan Dokter, Pendidikan Dokter Gigi dan Farmasi. Jumlah yang tidak hadir ada 20 orang dengan berbagai alasan.

(pra/tribun-medan.com)

Penulis: Ayu Prasandi
Editor: Royandi Hutasoit
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved