Penetapan Tersangka Herowin Sinaga Apresiasi dan Penolakan, Begini Respons Masyarakat

Kejari Siantar menetapkan mantan Direktur Utama Perusahaan Daerah Pembangunan dan Aneka Usaha (PD PAUS) Herowin Sinaga sebagai tersangka.

Penetapan Tersangka Herowin Sinaga Apresiasi dan Penolakan, Begini Respons Masyarakat
Tribun Medan/Royandi Hutasoit
Mantan Dirut PD PAUS Herowin Sinaga 

TRIBUN-MEDAN.com, SIANTAR - Masyarakat Kota Pematangsiantar memberikan apresiasi terhadap penangkapan oknum pejabat Pemko yang terlibat korupsi. Masyarakat memberikan apresiasi terhadap Polda Sumut dan Kejari Siantar.

Teranyar, Kejari Siantar menetapkan mantan Direktur Utama Perusahaan Daerah Pembangunan dan Aneka Usaha (PD PAUS) Herowin Sinaga sebagai tersangka korupsi pernyataan modal tahun 2014 dengan kerugian negara mencapai Rp 500 juta.

Apresiasi ini disampaikan oleh Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Sumut Watch, Senin (22/7/2019). Ketua Sumut Watch Daulat Sihombing berpendapat tindakan Kejari Siantar sangat layak untuk diapresiasi.

Kata Daulat, ini seperti suprise, karena di tengah rasa prustrasi dan apatisme rakyat terhadap pengungkapan skandal korupsi di Perusahaan Daerah Pembangunan dan Aneka Usaha (PD PAUS).

"Dugaan skandal korupsi PD PAUS, sebenarnya tak hanya menyangkut dana penyertaan modal tahun 2014. Tetapi juga dugaan korupsi dana penyertaan modal tahun 2015, 2016 dan 2017, yang jumlahnya sangat signifikan, kurang lebih puluhan miliar rupiah,"katanya.

Menurut Daulat mantan Kepala PD PAUS Herowin telah sewenang-wenang dalam jabatannya. Daulat juga mengungkapkan Herowin diduga melakukan pungli terhadap rekrutmen 340-an pegawai PD PAUS.

"Kejari Siantar hendaknya tidak terhenti pada pengusutan dugaan korupsi Rp 500 juta dana penyertaan modal tahun 2014, tetapi kasus ini dijadikan sebagai pintu masuk untuk mengusut secara utuh skandal mega korupsi yang melilit PD PAUS,"ungkapnya.

Namun di sisi lain, pandangan berbeda disampaikan Pimpinan Cabang Baitul Muslimin Indonesia (BMI) Azhari Nasution. Azhari menilai penetapan tersangka itu diduga keliru.

Menurut Azhari realisasi anggaran dikuasai oleh direktur keuangan PD PAUS sesuai SK Walikota Pematangsiantar. Direktur Utama hanya melukakan persetujuan setelah Direktur Keuangan merealisasikan anggaran.

"Penetapan itu kami duga keliru karena sesuai SK walikota terkait anggaran di PD PAUS itu di kelola oleh Direktur Keuangan bukan dirut. Kenapa hanya dirut Herowin Sinaga ditetapkan . Sesuai mekanisme harusnya yang pertama di tetapkan itu adalah Direktur Keuangan PD PAUS,"katanya.

Halaman
12
Penulis: Tommy Simatupang
Editor: Feriansyah Nasution
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved