SMEC Bantu WHO Bebaskan Indonesia dari Katarak

CEO SMEC Group, Dr Imsyah Satari SpM, mengatakan, jumlah penderita katarak di Indonesia mencapai 1,4 persen dari jumlah penduduk.

SMEC Bantu WHO Bebaskan Indonesia dari Katarak
Tribun Medan / Ayu Prasandi
CEO SMEC Group, Dr Imsyah Satari SpM, saat menunjukkan alat mata yang ada di SMEC. 

TRIBUN-MEDAN.com,MEDAN - Tingginya jumlah penderita katarak di Indonesia menjadi alasan bagi rumah sakit mata Indonesia yaitu Sumatera Eye Center (SMEC) membuat kegiatan untuk membantu mengurangi penderita katarak.

CEO SMEC Group, Dr Imsyah Satari SpM, mengatakan, jumlah penderita katarak di Indonesia mencapai 1,4 persen dari jumlah penduduk. 

“Artinya saat ini ada sekitar 4 juta warga Indonesia yang menderita katarak. Belum lagi pertumbuhan penderita katarak setiap tahunnya mencapai sekitar 300 ribu orang,” ujarnya, Senin (22/7/2019).

Ia menjelaskan, bertambahnya penderita katarak di Indonesia menjadi masalah yang sangat besar.

Belum lagi pertumbuhan tersebut tidak sebanding dengan kemampuan dokter mata di Indonesia dalam melakukan katarak hanya sekitar 250 ribu setiap tahunnya, sehingga terjadi backlog atau penumpukan jumlah pasien yang harus ditanda tangani.

"Penumpukan jumlah pasien ini terjadi karena jumlah dokter mata yang masih terbatas serta teknologi operasi katarak yang masih konvensional," jelasnya.

Ia menuturkan, dunia melalui WHO juga mencanangkan bebas buta katarak tahun 2020 termasuk pemerintah Indonesia. Sementara kemampuan dan SDM kita terbatas. Sehingga ini akan sulit dicapai. 

“SMEC dan ERELA meluangkan waktu memberikan tenaga dan supporting dengan melaksanakan Bakti Sosial Operasi Katarak Gratis dengan target 140 pasien,” tuturnya.

Ia menerangkan, teknik operasi katarak yang akan digunakan adalah Phacoemulsifikasi yang merupakan operasi katarak yang sangat modern, tanpa jahitan dan tidak perlu menunggu lama atau menunggu katarak menjadi matang sebelum dilakukan operasi.

“Karena angka tingginya katarak di Indonesia tersebut, ERELA dan SMEC mempunyai tanggung jawab untuk menguranginya, meskipun operasi katarak ditanggung BPJS, namun pihaknya berharap peran mereka dapat mempercepat penanganan penderita katarak,” terangnya.

Ia mengungkapkan, dengan operasi katarak tersebut semoga SMEC dan ERELA dapat memberikan manfaat bukan hanya kepada penderitanya melainkan juga dapat bermanfaat untuk memberikan peningkatan kesehatan di masyarakat.

(pra/tribun-medan. com)

Penulis: Ayu Prasandi
Editor: Royandi Hutasoit
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved