Proses Operasi Pemisahan Adam dan Malik Berjalan Lancar walaupun Hati Adam dan Malik Menyatu

Operasi berjalan lancar dan selesai operasi pada pukul 11.52 WIB dan saat ini bayi berada di ruangan dengan keadaan baik

Proses Operasi Pemisahan Adam dan Malik Berjalan Lancar walaupun Hati Adam dan Malik Menyatu
Wartawan Tribun Medan/Ayu Prasandi
Proses Operasi Pemisahan Adam dan Malik Berjalan Lancar walaupun Hati Adam dan Malik Menyatu. Tim dokter operasi pemisahan bayi kembar siam Adam dan Malik saat menjelaskan kondisi kedua bayi tersebut. 

Proses Operasi Pemisahan Adam dan Malik Berjalan Lancar walaupun Hati Adam dan Malik Menyatu

TRIBUN-MEDAN.com- Bayi kembar siam Adam dan Malik telah menjalankan proses operasi pemisahan. Sekitar pukul 11.52 WIB, kedua bayi berusia 7 bulan tersebut berhasil dilakukan pemisahan.

“Operasi berjalan lancar dan selesai operasi pada pukul 11.52 WIB dan saat ini bayi berada di ruangan dengan keadaan baik,” ujar Ketua Tim Dokter RSUP H Adam Malik, Prof. Dr. H. Guslihan Dasa Tjipta SpA (k), saat temu pers, Selasa (23/7/2019).

Ia menuturkan, besok, Rabu (24/7/2019) tim dokter akan kembali melakukan pertemuan untuk kembali melihat dan menilai bagaimana keadaan bayi kembar asal dari Desa Manalu Purba, Kecamatan Parmonangan, Kabupaten Tapanuli Utara tersebut

“Yang menyatu adalah organ hatinya dan setelah dioptimalisasi oleh tim dokter kemudian keduanya siap untuk dipisahkan melalui operasi,” tuturnya.

Ia menjelaskan, operasi awalnya dipersiapkan oleh dokter anak dan dokter anastesi, kemudian dilakukan persiapan cukup panjang dan semua untuk mendukung tindakan operasi.

Baca: Semena-mena Tolak Dr Gigi Difabel Jadi PNS, Mengenal Sosok Muzni Zakaria Bupati Solok Selatan

Baca: Bocah Ini jadi Anak Paling Beruntung karena Dikeluarkan Sang Ayah dari Sekolah agar Fokus Main Game

Baca: Pemko Medan Gelar Bimtek Bagi Para Kuasa Pengguna Barang

“Setelah kedua bayi tersebut terbius kemudian dilakukan pemasangan perangkat steril mulai dari kulit di sterilkan kemudian ditutup dengan kain steril,” jelasnya.

Bayi kembar siam Adam dan Malik yang dirawat di RSUP H Adam Malik dan tengah menunggu operasi pemisahan.
Bayi kembar siam Adam dan Malik yang dirawat di RSUP H Adam Malik dan tengah menunggu operasi pemisahan. (Tribun Medan/Ayu Prasandi)

Ia menerangkan, kemudian tim dokter juga membuat rancangan daripada pemotongan kulit yang sangat penting karena setelah operasi harus ditutup.

Baca: Eldin: Jaka Dara Harus Beri Kontribusi Positif dan Bangun Mental Generasi Muda

Baca: DKPP Periksa 8 Penyelengara Pemilu Soal Dugaan Pelanggaran Kode Etik di Bawaslu Sumut

Baca: Tersangka Pablo Benua Kena Delik Baru, Jadi Tersangka Penipuan Penggelapan dan Pemalsuan Ranmor

Baca: Berkursi Roda dan Difabel, Bupati Solok Selatan Semena-mena Tolak Dr Gigi Romi Jadi PNS

“Anak sangat rentan dengan kekurangan cairan seperti darah, oleh karena itu tim dokter benar-benar hati-hati dan benar-benar rinci agar tidak terjadi kesalahan,” terangnya.

Ia mengungkapkan, pemotongan dilakukan sekitar 4x6 cm karena organ hati masing-masing bertemu atau menyatu dan dalam pemotongan dibekali dengan berbagai alat terutama alat untuk menghentikan pendarahan.

Baca: Belatung Ditemukan pada Potongan Ayam Goreng, Videonya Langsung Viral. .

Baca: Ibu Hamil Meninggal di Tempat Akibat Ditabrak Mobil Pikap, Sang Bayi Bisa Diselamatkan

Baca: Inilah Tiga Jenderal Polisi yang Potensial Lolos Seleksi Capim KPK Versi IPW

Halaman
12
Penulis: Ayu Prasandi
Editor: Joseph W Ginting
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved