Diperiksa Polda Sumut Soal Pungli Dana Insentif di Siantar, Budi Utari Merasa Biasa-biasa Saja

Ditemui usai rapat di Gedung DPRD Siantar, Budi menanggapi tuduhan kuasa hukum tersangka keterlibatan dengan pungli di BPKAD Siantar.

Diperiksa Polda Sumut Soal Pungli Dana Insentif di Siantar, Budi Utari Merasa Biasa-biasa Saja
TRIBUN MEDAN/TOMMY SIMATUPANG
Sekda Siantar, Budi Utari menemui para pedagang di depan Kantor Balai Kota Pematangsiantar, Jumat (11/5/2018). Budi menggunakan pengeras suara di depan keranda yang bertempelkan foto Wali Kota Siantar Hefriansyah Nor. 

TRIBUN-MEDAN.com, SIANTAR - Sekretaris Kota Pematangsiantar Budi Utari Siregar telah selesai menjalani pemeriksaan di Mapolda Sumut Medan kemarin.

Budi Utari menjalani pemeriksaan dua tahap mulai dari pagi hingga sore lalu berlanjut lagi hingga malam sebagai saksi.

Budi Utari mengatakan pemeriksaan hanya sebatas tupoksi dan alur kerja seperti biasa.

Ditemui usai rapat di Gedung DPRD Siantar, Budi menanggapi tuduhan kuasa hukum tersangka keterlibatan dengan pungli di BPKAD Siantar.

"Pemeriksaan hanya sebatas tupoksi alur kerja. Biasa-biasa saja. Kalau dibilang terlibat, ya kan biasanya itu menyebut-nyebutkan seperti itu. Sah-sah saja," ujarnya sembari tertawa, Rabu (24/7/2019).

Budi mengaku belum mendapatkan kabar untuk pemanggilan berikutnya dari Polda Sumut.

"Belum ada pemanggilan berikutnya. Kita lihat ajalah ke depannya," katanya.

Diketahui, Sekda Budi Utari Siregar telah memberikan keterangan sebagai saksi terkait kasus Operasi Tangkap Tangan (OTT) di Kantor Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Siantar dengan barang bukti Rp 186 juta.

Polisi telah mengirimkan surat untuk memeriksa saksi-saksi terkait pungli dana insentif pajak pegawai.

Polisi juga telah menetapkan Kepala BPKAD Aduaksa Purba dan Bendahara Erni Zendrato sebagai tersangka pungli.

Polisi masih mencari dalang pungli di BPKAD Siantar. Polisi juga telah mengirimkan surat untuk pemeriksaan Wali Kota Hefriansyah senin depan.

Sebelumnya, Wali Kota Siantar Hefriansyah mengatakan tidak ada persiapan khusus dalam pemanggilan tersebut.

Sekadar informasi, kuasa hukum tersangka menuduh Hefriansyah terlibat dalam pungli BPKAD Siantar.(tmy/tribun-medan.com).

Penulis: Tommy Simatupang
Editor: Royandi Hutasoit
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved