Edy Rahmayadi Minta Bantuan Presiden Jokowi Tuntaskan Masalah Pencemaran Danau Toba

Terlebih Danau Toba merupakan sepuluh dari destinasi pariwisata super priotas yang fokus ditangani pemerintah, untuk dapat menjadi ‘Bali Baru’.

TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
Presiden Joko Widodo (kanan) menyaksikan Gubernur Sumatera Utara terpilih Edy Rahmayadi (kiri) menandatangani surat pelantikan saat pelantikan di Istana Negara, Jakarta, Rabu (5/9/2018). 

TRIBUN MEDAN.COM, MEDAN - Gubernur Sumatera Utara, Edy Rahmayadi meminta bantuan kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk menuntaskan masalah pencemaran di Danau Toba.

Sebab, danau vulkanik terbesar di Indonesia itu sangat tercemar, karena banyaknya Keramba Jaring Apung (KJA).

“Ini masalah kami pak presiden. Bantu kami masalah KJA di Danau Toba,” ucap Edy mengulang ucapannya dalam rapat terbatas pada 15 Juli lalu, yang dihadiri sejumlah gubernur di Indonesia.

Namun, pertemuan yang dihadirinya itu sangat terbatas.

Tetapi, ia sudah meminta kepada pusat untuk membantu membersihkan kawasan danau Toba dari pencemaran lingkungan.

Perihal ini dilakukan, demi mendatangkan para wisawatan.

“Waktu saya hadir rapat terbatas dengan presiden, masalah KJA ini sudah saya sampaikan.

Bagaimana lah Danau Toba mau ramai dikunjungi wisatawan, kalau masih banyak kerambah di sana.

Orang ke sana mau datang itukan, cuma mau nengok air,” katanya.

Karenanya, ia meminta ada peran dari pemerintah pusat untuk membantu penertiban KJA di kawasan Danau Toba.

Terlebih Danau Toba merupakan sepuluh dari destinasi pariwisata super priotas yang fokus ditangani pemerintah, untuk dapat menjadi ‘Bali Baru’.

Menurunnya kualitas lingkungan Danau Toba, diakuinya akibat limbah industri, domestik dan KJA.

Belum meratanya kualitas infrastruktur jalan di kawasan Danau Toba, serta kurangnya aksesibilitas/jalan alternatif menuju kawasan tersebut.

Untuk itu, sambung dia, diperlukan strategi pengembangan pariwisata Danau Toba, yaitu optimalisasi penataan infrastruktur, fasilitas sosial dan fasilitas umum, penguatan budaya pendukung pariwisata, keberlangsungan ekologi Danau Toba, peningkatan kualitas lingkungan, pengendalian penduduk, serta prioritas APBD dan peran serta APBN.

(cr19/Tribun-Medan.com)

Penulis: Satia
Editor: Royandi Hutasoit
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved