News Video

Gelondongan Kayu Berserakan di Perbukitan Samosir, Diduga Kuat jadi Penyumbang Banjir Bandang

Tampak pepohonan tersebut berserakan disekitar lokasi penebangan yang dihentikan. Pepohonan yang terlihat rimbun sebelumnya, kini pun berkurang.

Gelondongan Kayu Berserakan di Perbukitan Samosir, Diduga Kuat jadi Penyumbang Banjir Bandang
Tribun Medan/Arjuna Bakkara
Kondisi terkini di pebukitan Samosir, tepatnya di Hutan Tele Kabupaten Samosir, Rabu (24/7/2019) gelondongan kayu berserak. Lokasi tersebut merupakan tempat Tim Gakkum KemenLHK mendapatkan temuan penebangan hutan secara massif di Desa Hariara Pittu Kecamatan Harian pada Jumat, (10/5/2019) lalu. 

TRIBUN-MEDAN.COM, SAMOSIR - Gelondongan kayu berserak di pebukitan Samosir, tepatnya di Hutan Tele ,Kabupaten Samosir, Rabu (24/7/2019).

Lokasi tersebut merupakan tempat Tim Gakkum KemenLHK mendapatkan temuan penebangan hutan secara massif di Desa Hariara Pittu Kecamatan Harian pada Jumat, (10/5/2019) lalu.

Sesuai amatan Tribun, Rabu (24/7/2019) tampak pepohonan tersebut berserakan disekitar lokasi penebangan yang dihentikan. Pepohonan yang terlihat rimbun sebelumnya, kini pun berkurang.

Terdapat parit yang baru digalu menggunakan beko agar kendaraan lain terhalang masuk ke lokasi. Beberapa waktu lalu, Tim Gakkum KemenLHK pasca bencana banjir bandang di Desa Buttu Mauli, Kecamatan Sitiotio, Samosir pada Jumat sore, (3/5/2019).

Tim Gakkum KemenLHK mendapatkan temuan penebangan hutan secara massif di Desa Hariara Pittu Kecamatan Harian pada Jumat, (10/5/2019).

Temuan memprihatinkan berupa pembukaan jalan tampak untuk digunakan melakukan penebangan hutan serta kayu yang telah ditebang.

Disebut-sebut, pengusaha tersebut mengantongi ijin dari Dinas Kehutanan Provinsi Sumatera Utara KPH XIII Dolok Sanggul.

Terakhir, pada Sabtu, (12/5/2019) Gakkum KemenLHK berdasarkan laporan warga dan jurnalis mendapatkan temuan pengrusakan dan penebangan hutan di Desa Partungkonaginjang yang dilakukan secara sistematis dan masif.

Bupati Samosir Rapidin Simbolon yang turun langsung dan meihat temuan itu menyatakan kegeramannya atas perusakan lingkungan dan penebangan hutan secara sisitematis dan diduga tanpa ijin lingkungan ini.

"Saya geram melihat pengrusakan lingkungan dan penebangan hutan ini, saya menduga ini tidak mempunyai ijin lingkungan. Ini harus ditindak tegas, dan saya tidak peduli siapapun pelakunya, termasuk bila itu adalah oknum aparat dipemerintahan saya, sikat habis," ujar Rapidin Simbolon.

Menurut Bupati Rapidin Simbolon, pepohonan yang tumbuh alami disana adalah daerah penyangga Danau Toba karena bila ditarik lurus langsung kedaerah curaman Danau Toba yang dibawahnya adalah pemukiman penduduk di Kecamatan Harian, dan berharap pihak Tim Gakkum KemenLHK dapat segera menuntaskan tindak pidana terkait ijin lingkungannya.

(jun/tribun-medan.com)

Penulis: Arjuna Bakkara
Editor: Feriansyah Nasution
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved