Marketeers Festival Edukasi Ratusan UMKM Kota Medan

Tema yang dibawa setiap tahun berbeda-beda dan untuk tahun ini Tema yang dibawa yakni Sales Promotion Breakthrough.

Marketeers Festival Edukasi Ratusan UMKM Kota Medan
TRIBUN MEDAN/GITA TARIGAN
Marketeers Festival Edukasi Ratusan UMKM Kota Medan yang digelar di Amaliun Foodcourt Convention Hall, Jalan Amaliun, Kotamatsum III, Kecamatam Medan Kota, Rabu (24/7/2019). 

TRIBUN-MEDAN.com - Ratusan pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) Kota Medan dan sekitarnya antusias mengikuti serangkaian kegiatan dalam Marketeers Festival yang digelar di Amaliun Foodcourt Convention Hall, Jalan Amaliun, Kotamatsum III, Kecamatam Medan Kota, Rabu (24/7/2019).

Panitia pelaksana, Agustinus kusumarianto menjelaskan Marketeers Festival merupakan festival marketing akbar yang diselenggarakan di 17 kota besar di Indonesia yang setiap tahunnya menghadirkan konsep yang unik dan inovatif.

"Kegiatan ini dilaksanakan oleh MarkPlus yang merupakan sebuah institusi atau lembaga yang fokus bergerak di bidang marketing, kegiatan ini sudah 7 kali kita laksanakan di 17 kota di Indonesia, dan Medan sejak pertama memang terpilih untuk kita sambangi," katanya.

Ia mengatakan tujuan diselenggarakannya even ini guna mengedukasi masyarakat Medan terkhusus yang fokus pada UMKM agar melaksanakan proses marketing dengan baik dan benar.

Tema yang dibawa setiap tahun berbeda-beda dan untuk tahun ini Tema yang dibawa yakni Sales Promotion Breakthrough.

"Keberhasilan 12 kali MarkPlus Conference di Jakarta berturut-turut sejak tahun 2006, dan penyelenggaraan 3 kali Jakarta Marketing Week serta penyelenggaraan 5 kali Indonesia Marketeers Festival di 17 kota merupakan modal utama diselenggarakannya event ini," katanya

Facilitator Mark Plus, Inc, Ryan Nasution saat membawa seminar bertajuk Leadership Jaman Now memberikan edukasi tips dan trik bagaimana memimpin suatu perusahaan di era Millenials.

Ryan mengatakan bahwa Generasi Millenial jauh lebih independen dari generasi-generasi sebelumnya, sehingga generasi Millenials membutuhkan gaya kepemimpinan yang berbeda pula, sehingga untuk menunjang pekerja Millenials yang cerdas dibutuhkan beberapa tips dan trik.

" dan untuk generasi Millenials yang berhadapan dengan generasi sebelumnya ada hal yang harus anda lakukan agar tidak dinilai sebelah mata. Seperti pahami kegelisahan dan harapan dari pihak lain, lalu sesuaikan gaya kepemimpinan, seperti hindari sikap yang terlalu santai, kenalan pakaian yang pantas di tempat kerja, berikan masukan secara sopan terutama terkait isu yang anda pahami seperti sosial kedia, teknologi dan lainnya," katanya.

Meski demikian kata Ryan, dalam membangun suatu usaha pasti sering terjadi Gap atau perselisihan dikarenakan kebiasaan, pola pikir hingga lingkungan yang sangat berbeda.

Perlu diketahui beberapa bagaimana mengelola Generation Gap, seperti penyesuaian diri, tidak mengutakamakan ego, memahami rekam lain generasi dan lainnya.

"Kepada generasi Millenials, tunjukkan kelebihan anda dengan tetap menghormati kekuatan mereka, agar anda dapat menjadi anggota tim yang dipercaya, jangan meremehkan generasi diatas anda, bagaimanapun mereka kaya akan ilmu dan pengalaman," katanya

Sementara itu Ryan juga menekankan kepada generasi sebelum Millenials agar lebih cerdas berkomunikasi. Sebab katanya Diera Millenial, orng-orang lebih dilihat horizontal (sama derajatnya), Inclusive, dan Social.

(cr21/tribun-medan.com)

Penulis: Gita Nadia Putri br Tarigan
Editor: Royandi Hutasoit
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved