News Video

Petani dan Petenun Terharu Anak Mereka Dapat Operasi Bibir Sumbing Gratis dari Sido Muncul

Nursetti yang sehari-hari berprofesi sebagai petani di Desa Paranginan Dolok Sanggul itu senang akhirnya anaknya dapat dioperasi.

Petani dan Petenun Terharu Anak Mereka Dapat Operasi Bibir Sumbing Gratis dari Sido Muncul
Tribun Medan/Arjuna Bakkara
Nurseti Sihotang ibu enam anak saat menunggui putri bungsunya Tania Siburian (4) pulih setelah menjalani operasi bibir sumbing gratis oleh Sido Muncul di Ruang Operasi Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Dolok Sanggul, Kabupaten Humbang Hansundutan, Rabu (24/7/2019). 

TRIBUN-MEDAN.COM, DOLOK SANGGUL -Perasaan lega diutarakan Nurseti Sihotang ibu enam anak saat menunggui putri bungsunya Tania Siburian (4) pulih setelah menjalani operasi bibir sumbing gratis yang digelar Sido Muncul di Ruang Operasi Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Dolok Sanggul, Kabupaten Humbang Hansundutan, Rabu (24/7/2019).

Selain Tania, ada 11 anak lainnya yang juga berhasil dioperasi berkat Sido Muncul bekerja sama dengan Kepak Sejahtera, Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Dolok Sanggul, RSUD Tarutung dan Persatuan Dokter Mata Indonesia.

"Tentu senang, anakku bisa ikut operasi bibir sumbing secara gratis,"ujar Nurseti.

Nurseti mengaku haru, dan berharap setelah menjalani operasi ini kondisi anaknya lebih baik dan bisa hidup normal sama seperti anak-anak lainnya.

Nursetti yang sehari-hari berprofesi sebagai petani di Desa Paranginan Dolok Sanggul itu senang akhirnya anaknya dapat dioperasi.

Disebut ibunya, Tania merupakan anak paling bungsu dari enam bersaudara. Tania juga satu-satunya anak perempuan di keluarga mereka.

Tania menjalani operasi pada Selasa Malam 23 Juli 2019 sekitar pukul 22.00 WIB dan operasi selesai dilakukan pukul 23.00 WIB. Saat ini Tania belum diperkenankan pulang karena masih dalam pemulihan serta pengawasan dokter.

Pasien lainnya jenis kelamin pria, Gabriel Fernando Munthe bayi lima bulan tampak pulas setelah baru saja menjalani operasi bibir sumbing. Bayi dengan balutan perban yang masih melekat dimulutnya itu dijaga ibunya Fanny Hutapea, di Lantai II usai dipindahkan dari ruang operasi.

Fany ibu dua anak ini mengatakan anak keduanya dioperasi hanya dengan waktu satu jam. Pertama mengetahui program itu sehari sebelum operasi, dan dia beryukur dapat mengikuti kesempatan itu.

"Semua berjalan baik, semoga Sido Muncul semakin sukses,"sebut perempuan yang sehari-hari berprofesi sebagai penenun 'ulos' di Desa Purba, Dolok Sanggul Kabupaten Humbang Hasundutan itu.

(jun/tribun-medan.com)

Penulis: Arjuna Bakkara
Editor: Feriansyah Nasution
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved