Polri Cocokkan DNA Pasutri Bom Bunuh Diri Gereja di Filipina dengan Keluarga di Sulsel

Polri akan melakukan tes DNA pada potongan tubuh yang berada di lokasi kejadian bom bunuh diri di Gereja Katedral, Jolo, Filipina.

Polri Cocokkan DNA Pasutri Bom Bunuh Diri Gereja di Filipina dengan Keluarga di Sulsel
mirror
Petugas memeriksa puing-puing ledakan bom di pintu masuk Gereja Katedral Our Lady of Mount Carmel, Jolo Filipina, Minggu (27/1/2019) 

* Polri Cocokkan DNA Pasutri Bom Bunuh Diri Gereja di Filipina dengan Keluarga di Sulsel

TRIBUN-MEDAN.com - Polri akan melakukan tes DNApada potongan tubuh yang berada di lokasi kejadian bom bunuh diri di Gereja Katedral, Jolo, Filipina.

Uji ilmiah itu dilakukan guna memastikan kebenaran bahwa dua jasad pelaku bom bunuh diri tersebut adalah warga negara Indonesia (WNI).

Karopenmas Divisi Humas Polri Brigjen Pol Dedi Prasetyo mengatakan kedua pelaku itu diduga pasangan suami-istri bernama Rullie Rian Zeke dan Ulfah Handayani Saleh.

"Dari sisi scientific, Densus 88 sudah bekerja sama dengan kepolisian Filipina (untuk) tes DNA beberapa potongan tubuh yang di dapat di lokasi kejadian," ujar Dedi, di Mabes Polri, Jl Trunojoyo, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Rabu (24/7/2019).

Mantan Wakapolda Kalimantan Tengah itu mengatakan nantinya DNA tersebut akan dicocokkan dengan pihak keluarga pelaku yang ada di Sulawesi Selatan.

"Setelah dicocokkan identik DNA, nanti akan ada penyampaian secara resmi bahwa kedua orang itu merupakan pengebom bunuh diri. Yang ada di Jolo, Filipina dari hasil perbandingan uji DNA yang diketemukan di TKP dengan hasil uji DNA di ambil dari pihak keluarga identik," ucapnya.

"Secara ilmiah akan lebih menguatkan keterangan sementara yang diberikan oleh tersangka yang sudah ditangkap di Filipina," imbuhnya.

Sebelumnya diberitakan, Polri meyakini pelaku bom bunuh diri di Gereja Katedral, Jolo, Filipina, beberapa waktu lalu adalah 2 orang berstatus suami-istri warga negara Indonesia (WNI).

Awalnya, Karopenmas Divisi Humas Polri Brigjen Pol Dedi Prasetyo mengatakan Polri dan kepolisian Filipina belum berhasil menemukan pembanding terkait tes DNA pelaku.

Halaman
12
Editor: Fahrizal Fahmi Daulay
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved