Petani Diwajibkan untuk Memiliki Sertifikasi Indonesian Sustainable Palm Oil

Penerapan standar ini dapat dikatakan memastikan terpenuhinya prinsip sustainability pada produksi minyak sawit di Indonesia.

Petani Diwajibkan untuk Memiliki Sertifikasi Indonesian Sustainable Palm Oil
Tribun Medan / Natalin
President Direktur PT Mutuagung Lestari, Arifin Lambaga saat bertemu awak media dalam acara 4th Indonesian Palm Oil Stakeholders Forum (IPOS-Forum) di Santika Premier Convention Center, Medan, Kamis (25/7/2019). 

TRIBUN-MEDAN.COM, MEDAN - Produksi minyak kelapa sawit atau CPO di Indonesia diperkirakan akan mengalami kelebihan produksi (oversupply) di tahun 2030.

Kondisi inilah yang akan mengancam keberlanjutan industri kelapa sawit Indonesia. Suplai sawit yang berlebihan dapat membuat harga sawit tidak stabil bahkan menurun dan berujung pada penurunan kesejahteraan petani sawit.

Hal inilah yang dianggap perlu segera disadari oleh produsen CPO di Indonesia. 

"Diperlukan diversifikasi penggunaan minyak sawit Indonesia ke sektor energi," ujar Presiden Direktur PT Mutuagung Lestari, Arifin Lambaga dalam acara 4th Indonesian Palm Oil Stakeholders Forum (IPOS-Forum) yang dilaksanakan di Santika Premier Convention Center, Medan, Kamis (25/7/2019).

Arifin menjelaskan bukan hanya diversifikasi menjadi green fuel, lebih dari itu minyak sawit diharapkan mampu menjadi sustainable fuel.

Indonesia memiliki modal dasar untuk menciptakan sustainable fuel melalui penerapan skema Indonesian Sustainable Palm Oil (ISPO).

Ia menjelaskan Sertifikasi ISPO adalah sertifikasi yang menyatakan bahwa pengelolaan perkebunan dan prose produksi CPO itu telah mengikuti kaidah-kaidah lingkungan yang didasarkan kepada aturan yang ditetapkan oleh pemerintah Indonesia.

"Aturan ini ada tiga yakni masalah produksi, sosial dan lingkungan. Jadi tiga aspek itu diatur oleh aturan pemerintah. Kita lembaga sertifikasi mengecek seberapa jauh perusahaan ini menerapkan aturan yang telah diterapkan dari produksi, sosial dan lingkungan," ungkapnya.

Ia menjelaskan indikator-indikator yang menjamin bahwa proses produksi minyak sawit mulai dari penanaman hingga pengolahan produk dilakukan sesuai prinsip keberlanjutan dan ramah terhadap lingkungan.

Penerapan standar ini dapat dikatakan memastikan terpenuhinya prinsip sustainability pada produksi minyak 
sawit di Indonesia.

Halaman
123
Penulis: Natalin Sinaga
Editor: Royandi Hutasoit
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved