Presiden Filipina Sebut Perokok Harus Dimusnahkan dan Hukum Mati Pengedar Narkoba Serta Perampok

Presiden Filipina: Siapa yang merokok harus dimusnahkan. Minta hukuman mati bagi para pengedar narkoba serta perampok.

Presiden Filipina Sebut Perokok Harus Dimusnahkan dan Hukum Mati Pengedar Narkoba Serta Perampok
tribunmedan
Rodrigo Duterte 

Presiden Filipina: Siapa yang merokok harus dimusnahkan. Sebelumnya ia juga minta hukuman mati bagi para pengedar narkoba serta perampok.

////

TRIBUN-MEDAN.COM - Presiden Filipina Rodrigo Duterte telah menandatangani undang-undang yang menaikkan pajak produk tembakau untuk mendanai proyek kesehatan pemerintah.

Ini kedua kalinya pemerintahan Duterte menaikkan pungutan yang dikenakan pada rokok untuk mencegah konsumsi publik.

"Undang-undang baru itu akan menjawab kebutuhan mendesak untuk melindungi hak kesehatan rakyat Filipina," kata Sekretaris Eksekutif Salvador Medialdea kepada wartawan seperti dikutip Reuters, Kamis (25/7/2019).

Pajak yang lebih tinggi pada rokok akan menghasilkan sekitar 129,9 miliar peso (US$ 2,54 miliar) selama lima tahun ke depan, demikian Asisten Menteri Keuangan Filipina Antonio Lambino mengatakan kepada Reuters.

Proyek perawatan kesehatan nasional Filipina diperkirakan menelan biaya 1,43 triliun peso dalam lima tahun pertama implementasi.

Lebih dari dua pertiga anggaran itu akan ditanggung oleh anggaran nasional.

Tetapi pajak cukai yang lebih tinggi dapat memotong penjualan perusahaan-perusahaan tembakau Filipina, Philip Morris dan Japan Tobacco Inc, dan produsen e-rokok mulai tahun depan.

Baca: Masih Ingat Herayati Anak Tukang Becak Lulus Predikat Cum Laude dari ITB, Kini Ditawari Jadi Dosen

Baca: Tonton Videonya, Pertarungan Hidup Mati 2 Anjing saat Melindungi Bayi Majikannya dari Ular Kobra

Baca: Viral Kisah Siswi SMP Belajar Sambil Berjualan Bakpao di Pom Bensin, Presiden Jokowi Berikan Bantuan

Duterte yang mengatakan dia menderita penyakit Buerger karena merokok, memberlakukan larangan merokok nasional di tempat-tempat umum dan pada banyak kesempatan menyatakan penghinaan terhadap kebiasaan itu.

Halaman
123
Editor: Abdi Tumanggor
Sumber: Kontan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved