Sembunyikan Sabu 2 Kilo pada Bungkusan Milo, Dua TKI Ilegal Dibekuk Imigrasi Tanjungbalai

Dari pengakuan kedua tersangka, mereka sempat menyembunyikan bungkusan sabu yang sebelumnya tersimpan di dalam tas.

Sembunyikan Sabu 2 Kilo pada Bungkusan Milo, Dua TKI Ilegal Dibekuk Imigrasi Tanjungbalai
TRIBUN MEDAN/HO
Kasat Res Narkoba Polres Tanjungbalai, AKP Adi Hariyono (kiri) saat menginterograsi kedua TKI ilegal, Adlin (dua kiri) dan Baihaqi A Rahman (dua kanan), tersangka pembawa dua bungkusan sabusabu di Mapolres Tanjungbalai, Jumat (26/7/2019). 

TRIBUN-MEDAN.com, TANJUNGBALAI - Dua Tenaga Kerja Indonesia (TKI) ilegal asal Aceh, Baihaqi A Rahman (37) dan Adlin (31) tak bisa berkutik begitu petugas kantor Imigrasi Klas II Tanjungbalai menemukan masing-masing satu kilogram narkotika jenis sabu yang terbungkus dalam minuman berenergi merek Milo dari tas keduanya pada Kamis (25/7/2019).

Temuan itu membuat keduanya yang baru tiba dari Malaysia langsung diserahkan ke Sat Res Narkoba Polres Tanjungbalai.

Kasat Res Narkoba Polres Tanjungbalai, AKP Adi Hariyono menyebutkan pengungkapan kasus ini merupakan rangkaian penangkapan terhadap 42 orang TKI ilegal yang diamankan Sat Intelkam Polres Asahan pada Rabu (24/7/2019) lalu sekitar pukul 17.00 WIB. Diketahui seluruhnya kemudian dibawa ke kantor Imigrasi Tanjungbalai.

"Pada Kamis (25/7/2019) jam 16.00 WIB, kami dapat info dari petugas imigrasi bahwa ada dua TKI, di dalam tasnya terdapat dua buah bungkusan hijau bertuliskan Milo berisi masing-masing satu kilogram sabu," kata Adi, di Mapolres Tanjungbalai, Jumat (26/7/2019).

Dari pengakuan kedua tersangka, mereka sempat menyembunyikan bungkusan sabu yang sebelumnya tersimpan di dalam tas.

Sehingga tidak berhasil ditemukan petugas kepolisian.

Adapun total berat sabu dari tangan keduanya sebesar dua kilogram.

"Berdasarkan interograsi, kedua tersangka ini sempat menyembunyikan dua bungkusan berisi sabu, jadi petugas tidak berhasil menemukan. Begitu akan dibawa ke imigrasi mereka masukkan lagi ke dalam tas. Ternyata sesampai di imigrasi dilakukan penggeledahan lagi, dan akhirnya dua bungkusan sabu itu ditemukan di tas kedua tersangka," jelasnya.

Menurut keterangan salah seorang tersangka, Baihaqi, sabusabu yang ia coba selundupkan diperoleh dari seseorang yang tidak dikenal di Pantai Baru, Kuala Lumpur, Malaysia.

Menurut warga Dusun Suka Damai, Kelurahan Dama Tutong, Kecamatan Pereulak, Kabupaten Aceh Timur, barang haram itu akan diserahkan kepada seorang pemesan yang berdomisili di Aceh.

"Sabu ini rencananya mau dibawa ke Aceh untuk diserahkan kepada seseorang berinisial LU," ucapnya.

Ia mengaku mau menyelundupkan sabu karena tergiur dengan upah yang dijanjikan.

"Kalau berhasil antar ke pemesan, kami bakal dapat upah. Uangnya rencana mau dipakai untuk berobat," pungkasnya.

(ind/tribun-medan.com)

Penulis: Mustaqim Indra Jaya
Editor: Feriansyah Nasution
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved