Tanamkan Pengetahuan Rukun Islam Kelima, Siswa-siswi PGTK, SD, SMP, dan SMA YPSA Ikuti Manasik Haji

Manasik Haji diperlukan guna memberikan pemahaman kepada setiap calon jamaah haji tentang tujuan utama keberangkatan mereka ke Tanah Suci.

Tanamkan Pengetahuan Rukun Islam Kelima, Siswa-siswi PGTK, SD, SMP, dan SMA YPSA Ikuti Manasik Haji
IST
Pelaksanaan praktik Manasik Haji 1440 H tahun 2019 siswa-siswi PGTK, SD, SMP, dan SMA Yayasan Pendidikan Shafiyyatul Amaliyyah (YPSA) di lapangan Sport Centre Shafiyyatul Amaliyyah, Sabtu (27/7/2019). 

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Manasik Haji diperlukan guna memberikan pemahaman kepada setiap calon jamaah haji tentang tujuan utama keberangkatan mereka ke Tanah Suci. Manasik haji sangat bermanfaat bagi para calon jamaah haji, karena setelah melaksanakan manasik haji, para calon jamaah haji akan dapat memahami hal-hal apa saja yang harus dilakukan pada saat melakukan ibadah haji nantinya.

Hal ini diungkapkan Sekretaris Umum YPSA Hj Rizki Fadilah Raz, dalam sambutannya saat membuka  pelaksanaan praktik Manasik Haji 1440 H tahun 2019 siswa-siswi PGTK, SD, SMP, dan SMA Yayasan Pendidikan Shafiyyatul Amaliyyah (YPSA) di lapangan Sport Centre Shafiyyatul Amaliyyah, Sabtu (27/7/2019).

Baca: Sukses Gelar APRC dan Kejurnas Reli 2019, Sumut Dipercaya Gelar Seri III-IV

“Jadi manasik haji bagi siswa-siswi YPSA ini adalah peragaan pelaksanaan ibadah haji bagian bagian tertentu yang bisa dipraktekkan oleh anak terkait dengan keterbatasan yang dimiliki anak. Namun begitu harapannya makna yang terdapat dalam ibadah haji dapat terpahami dengan baik dan terus bertumbuh semangatnya sehingga ibadah haji menjadi salah satu visi hidupnya,” ujarnya.

Ia menambahkan, dalam pelaksanaan manasik haji anak, meskipun tidak semua rukun dijalankan tetapi berusaha semirip mungin dengan kondisi sesungguhnya saat ibadah haji terutama dari pakaian. dari segi pakaian semua pakaian putih, ihram juga menggunakan ihram yang mirip (dari bahan kain tanpa jahitan) untuk anak laki-laki, gamis atau stelan putih untuk perempuan serta kantong lempar jumrah.

“Harapannya dari kegiatan ini akan memunculkan awal yang baik bagi anak agar termotivasi lebih dalam untuk dapat melakukan manasik haji secara keseluruhan dengan urutan yang benar, dan ending-nya bisa melakukan ibadah haji yang sebenarnya,” ungkapnya.

Baca: Sumbang Tiga Emas Porprov Bagi Kota Binjai, Khairuddin Optimistis Menatap Pra PON

Miss Kiki sapaan akrab Sekretaris Umum YPSA ini menambahkan, “Tujuan kita melaksanakan ibadah haji untuk mendapatkan ridho dan keampunan dari Allah SWT. Ibadah Haji ini tempat umat Islam berkumpul dari segala penjuru negeri oleh karena itu bersyukurlah umat Islam yang dapat memenuhi panggilannya. Disinilah tempat kita untuk  meminta ampunan dan lebih bertawaduk”.

Sekretaris Umum YPSA ini juga mengatakan, ibadah haji ini bukan ibadah yang gampang, tapi sangat berat. Bukan hanya siap dari segi fisik dan finansial, tapi kita harus siap juga dari segi spritual. "Kita harus mengetahui rukun ibadah haji dan menaati pantangan atau hal-hal yang tidak boleh dilakukan dalam ibadah ini. Yang paling utama adalah bagaimana sikap kita sepulang dari ibadah haji,” ujarnya.

Ketua Panitia Mahmud, mengatakan bahwa praktik Manasik Haji siswa-siswi Shafiyyatul Amaliyyah diberikan pengetahuan bagaimana cara melakukan praktik haji. Dalam kegiatan tersebut siswa-siswi Shafiyyatul Amaliyyah seluruhnya mengenakan pakaian ihram dan niat haji di Miqat, selanjutnya wukuf di Arafah. Dilanjutkan bergerak mengambil batu kecil untuk  melontar jumrah Ula, Wustha, dan Aqabah. Setelah itu melakukan Tawaf Ifadah. Kemudian Sa’i yaitu berlari kecil 7 kali antara bukit Safa dan Marwah. Usai Sa’i kemudian Tahalul atau bercukur, akhirnya selesai pelaksanaannya dan bertakbir.

“Manasik haji adalah peragaan pelaksanaan ibadah haji sesuai dengan rukun-rukunnya. Dalam kegiatan manasik haji, calon jamaah haji akan dilatih tentang tata cara pelaksanaan ibadah haji yang akan dilaksanakannya, misalnya rukun haji, persyaratan, wajib, sunah, maupun hal-hal yang tidak boleh dilakukan selama pelaksanaan ibadah haji,” ujarnya.

Dalam praktik manasik haji ini juga siswa-siswi dinilai oleh guru tim penilai di setiap titiknya. Nantinya akan dipilih kloter mana yang terbaik.

Mewakili orangtua siswa, Drs Mahyuddin K M Nasution, MIT, PhD, yang juga Wakil Rektor III USU Bidang Penelitian, Pengabdian kepada Masyarakat, dan Kerja sama, dalam sambutannya bahwa kegiatan ini sangat bermanfaat dilaksanakan. Ini merupakan pembelajaran bagi siswa-siswi untuk dapat memahami arti ibadah haji dan sekaligus juga kita memohon kepada Allah SWT untuk dapat mengundang kita  nanti.

“Jadikan manasik ini sebagai pembelajaran dan semoga kita dapat rezeki Allah SWT untuk dapat diundang ke rumah-Nya, amin,” ungkapnya.

Tampak hadir Pembina YPSA Buya H  Sofyan Raz, Ketua Umum YPSA Hj. Rahmawaty, Pengurus Harian, Kepala PGTK, SD, SMP, dan SMA YPSA, serta orang tua siswa.(*)

Editor: Muhammad Tazli
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved