ULIK 6 Fakta Konflik TNI vs Kelompok Kriminal Bersenjata Papua, Amunisi Disita hingga 8 Ribu Ngungsi

ULIK 6 Fakta Konflik TNI vs Kelompok Kriminal Bersenjata Papua, Amunisi Disita hingga 8 Ribu Ngungsi

ULIK 6 Fakta Konflik TNI vs Kelompok Kriminal Bersenjata Papua, Amunisi Disita hingga 8 Ribu Ngungsi
Ilustrasi
KKB Papua dan TNI. #ULIK 6 Fakta Konflik TNI vs Kelompok Kriminal Bersenjata Papua, Amunisi Disita hingga 8 Ribu Ngungsi 

ULIK 6 Fakta Konflik TNI vs Kelompok Kriminal Bersenjata Papua, Amunisi Disita hingga 8 Ribu Ngungsi

"Namun, karena pasukan dalam keadaan siaga, maka dilaksanakan perlawanan balas tembakan sehingga KSB melarikan diri secara berpencar. Pasukan TNI dibagi dua kekuatan sebagian mengamankan pos, sedangkan satu tim kekuatan 10 orang melaksanakan pengejaran," kata Aidi

TRIBUN-MEDAN.com - Gangguan keamanan yang terjadi akibat Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di Papua, khususnya di wilayah Kabupaten Nduga masih belum selesai.

Dinas Sosial mencatat, akibat konflik tersebut sekitar 8.000 warga terpaksa mengungsi karena merasa nyawa mereka terancam.

Sementara itu, segala daya upaya Tentara Nasional Indonesia (TNI) pun tak kunjung berhenti.

Upaya negosiasi juga terus dilakukan, namun KKB pimpinan Egianus Kogoya masih enggan untuk menyerahkan diri.

 

Berikut ini fakta di balik konflik bersenjata di Papua:

1. Konflik kembali terjadi di Distrik Mugi

Baku tembak kembali pecah antara pasukan TNI dan KKB Organisasi Papua Merdeka (OPM) pada Selasa (23/7/2019).

Saat itu, TNI berhasil menguasai markas OPM dan mengamankan 1 pucuk pistol standar militer kaliber 9 mm, 3 buah HT, 1 buah GPS, 3 buah magazen, serta ratusan munisi kaliber 5,56 mm dan 7,62 mm.

Halaman
1234
Editor: Randy P.F Hutagaol
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved