Jokowi Guyur Danau Toba Rp 2,4 Triliun, Luhut Panjaitan Gerak Cepat Bentuk Quick Win

Kemenko Bidang Kemaritiman membentuk tim berorientasi "Quick Win" untuk mengakselerasi pengembangan potensi di Danau Toba dan 4 kawasan lainnya

Jokowi Guyur Danau Toba Rp 2,4 Triliun, Luhut Panjaitan Gerak Cepat Bentuk Quick Win
KOMPAS.com / DANI PRABOWO
Menteri PUPR Basuki Hadimuljono saat meninjau sejumlah lokasi di kawasan Danau Toba, Sumatera Utara, Minggu (28/7/2019). 

TRIBUN MEDAN.com - Danau Toba menjadi satu dari lima kawasan destinasi wisata yang masuk program Percepatan Pembangunan Destinasi Pariwisata Super Prioritas.

Selain Danau Toba, empat wisata lainnya yakni Candi Borobudur, Manado, Mandalika, dan Labuan Bajo.

Pemerintah pun sudah berencana mengalokasikan anggaran Rp 2,4 triliun pada tahun depan untuk mengubah kawasan wisata Danau Toba menjadi Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) bertaraf internasional.

Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman merespons dengan membentuk tim berorientasi "Quick Win" untuk mengakselerasi pengembangan potensi berbagai destinasi tersebut.

Tim ini bekerja pararel mendukung Badan Otorita Pariwisata yang sudah lebih dahulu ada di sejumlah destinasi tersebut.

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan mengatakan, Presiden menginginkan wisatawan yang sudah berkunjung ke destinasi tersebut dapat terkesan dan menyampaikan kesan baik ini kepada banyak orang.

“Kita harus bergerak cepat, karena pariwisata ini terbukti paling cepat dalam menghasilkan devisa untuk negara. Karena itulah program Quick win ini menjadi sangat strategis dalam menggenjot jumlah kunjungan wisman di Indonesia,” ujar Luhut.

Baca: Bos KKB Papua Egianus Kogoya Marah Besar dan Ancam Balas Dendam Pascaserbuan dan Sita Ratusan Peluru

Baca: Ini 5 Fakta Warga Sumut Tewas di Ujung Tombak Gara-gara Tegur Suara Musik Tetangga

Baca: 5 Fakta Istri Pendeta Dibunuh di Ruang Makan, Kondisinya Mengenaskan dengan Kepala Berlumuran Darah

Anggota Komite Ekonomi dan Industri Nasional (KEIN) Irfan Wahid ditunjuk sebagai koordinator yang akan memimpin program quick win pengembangan potensi destinasi wisata ini.

Program quick win tersebut berfokus pada optimasi destinasi wisata yang sudah ada maupun belum tergali dengan maksimal di lima destinasi di atas dengan memanfaatkan pendekatan “storynomics tourism” yang dicetuskan Irfan.

Irfan Wahid mengatakan, program melibatkan kolaborasi lintas kementerian/lembaga terkait, pemda sekitar kawasan Toba, serta peran komunitas lokal dalam hal ini BUMDes dan Pokdarwis (Kelompok Sadar Wisata) untuk mengelola destinasi wisata.

Halaman
1234
Editor: Juang Naibaho
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved