LAGI. . Pinjaman Online Cekik Nasabah, Pinjam Rp 5 Juta Menunggak 2 Bulan Bayar Denda Rp 75 Juta

SM menjadi korban pinjaman berbasis online atau fintech. Tak tanggung-tanggung, pinjaman Rp 5 juta dalam kurun dua bulan membengkak jadi Rp 75 juta

LAGI. . Pinjaman Online Cekik Nasabah, Pinjam Rp 5 Juta Menunggak 2 Bulan Bayar Denda Rp 75 Juta
Kontan/Muradi
ILUSTRASI : Seorang wanita asal Solo viral gara-gara iklan palsu yang menjanjikan rela digilir demi lunasi utang di Fintech. (Kontan/Muradi) 

YI melalui LBH Soloraya kemudian melaporkan oknum pinjaman online tersebut ke pihak berwajib, karena merasa dilecehkan dengan penyebaran poster fotonya,

"Kami sudah melaporkan melalui e-mail kepada beberapa situs termasuk ke Menteri Peranan Wanita, kemudian kepada Kominfor, Hukum dan HAM serta YLKI. Ini semua kami tembusi agar masalah ini tidak menyatakan bahwa klien kami benar menawarkan diri. Klien kami tidak benar bahwa dirinya telah menawarkan diri seperti yang diberitakan di media. Semuanya itu bohong. Itu buatan dari oknum Incash," kata I Gede Sukadenawa Putra.

Polresta Surakarta mengaku telah menerima laporan YI, atas dugaan pencemaran nama baik yang dilakukan oknum dari perusahaan fintech ilegal Incash.

Fintech Incash diduga telah mencemarkan nama baik YI dengan menyebarkan poster fotonya "siap digilir" ke media sosial (medsos) karena telat dua hari membayar pinjaman.

"Ini (laporan) sedang kami proses," kata Kasat Reskrim Polresta Surakarta Kompol Fadli ditemui di Mapolresta Surakarta, Solo, Jawa Tengah, Jumat (26/7/2019).

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Korban "Fintech" Ilegal Bertambah, Nunggak 2 Bulan Denda Rp 75 Juta" dan "Fakta di Balik Foto Viral Perempuan "Siap Digilir", Telat Bayar Utang Fintech hingga Korban Lapor Polisi"

Editor: Juang Naibaho
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved