Sosok Yori Antar, Pria yang Bertugas Merancang Pembangunan Danau Toba

Mengembangkan Danau Toba, sebut dia, bukan tanpa tantangan. Seperti di kawasan Parapat, Kabupaten Simalungun.

Tribun Medan/Arjuna Bakkara
Panorama Danau Toba dari Bukit Singgolom senja hari dengan bentangan Danau Toba serta Pulau Samosir di tengahnya. 

TRIBUN-MEDAN.com - Yori Antar ditunjuk sebagai perancang pengembangan Danau Toba sebagai Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) berskala internasional. 

Menurut dia, pengembangan Danau Toba tidak boleh meniru kawasan wisata di negara lain yang penuh dengan aspek modernitas. Meski demikian, bukan berarti pengembangan ini akan meniadakan aspek tersebut.

"Jangan sampai Toba ini berubah modern seperti Batam, (seperti) Singapura. Enggak ada karakteristiknya," ungkap Yori menjawab Kompas.com, Minggu (28/7/2019) malam.

"Para arsitek ini akan mengembangkan bagaimana kawasan wisata ini ke depan bisa futuristik, bisa modern, tetapi berangkat dari kelokalan. Jadi pembangunannya kita harus hati-hati," imbuh dia. 

Selama ini, ia menuturkan, Danau Toba dikenal memiliki sejarah sebagai kawasan kaldera yang terbentuk dari letusan gunung pada jaman purba.

Arsitek Yori Antar
Arsitek Yori Antar (DANI PRABOWO)

Peristiwa tersebut tak hanya membentuk karakter alam yang khas, tetapi juga masyarakat dan budayanya.

"Masyarakat senang dengan karakter bangunan yang monumental. Makam saja sudah besar-besar. Terus kalau lihat karakter (ukiran rumah) Batak yang gorga itu, tiga warna merah, putih dan hitam," terang Yori.

Mengembangkan Danau Toba, sebut dia, bukan tanpa tantangan. Seperti di kawasan Parapat, Kabupaten Simalungun.

Meski memiliki latar belakang pemandangan alam yang indah, namun kawasan pemukiman serta bangunan yang ada di wilayah ini cenderung semrawut.

"Kotanya begitu sesak, sempit, terpotong-potong. Kita tidak merasa ada ruang yang besar. Tantangannya tentunya bagaimana bisa mengenerator turis, bagaimana bisa membuat budayanya maju dan bisa dibawa ke masa depan," sambung Yori.

Salah satu upaya yang akan dilakukan yaitu dengan menambah ruang terbuka yang cukup luas, sehingga dapat dimanfaatkan wisatawan dan masyarakat untuk berinteraksi sembari menikmati indahnya pemandangan alam. 

"Kita melihatnya harus open space. Karena di sini ada empat dermaga besar, itu akan menjadi ruang publik," tuntasnya.

'Kapal Arwah' di Puncak Monumen KM Sinar Bangun

Monumen Kapal Motor Sinar Bangun di perairan Danau Toba telah diresmikan, Kamis (2/5/2019).

Monumen yang mengeluarkan anggaran Rp 4 miliar setinggi sembilan meter dengan lebar 3,5 meter di Pelabuhan Tigaras membuat para keluarga korban banjir air mata.

Arsitek monumen Yori Antar menjelaskan monumen yang dibuat dari  keramik dan baja ini memiliki tiga misi; monumen kesedihan, monumen peringatan, dan monumen landmark kawasan.

Yori mengungkapkan berbagai makna yang terkandung dari monumen tersebut. Pria yang juga merancang Monumen Kapsul Waktu di Marauke ini menjelaskan kapal dengan warna transparan di puncak memiliki makna mengantarkan jiwa-jiwa ke tempat abadi. Warna hitam yang terdapat di dinding memiliki makna duka cita.

Yori menyebut rangka kapal yang berada di puncak monumen sebagai Kapal Arwah.

"Ini sekadar menggambarkan siluet. Ini kita sebut kapal arwah mengantarkan jiwa-jiwa menuju ke tempat yang abadi. Makanya kami buat transparan. Kita lihat dari bawah seperti ada dan tiada. Nyaris enggak ada. Kalau malam nyala. Nyalanya transparan," ujarnya.

Selain itu, pada monumen juga diletakkan motif ulos Simalungun.

Ia memastikan monumen ini memiliki nilai estetika sehingga dapat menjadi lokasi wisata religi atau ziarah.

"Ini kan bukan setahun dua tahun. Kami berharap ini ada terus. Makanya material awet. Kemarin diminta secepat mungkin,"ujarnya.

Monumen ini menampilkan daftar 164 korban jiwa yang meninggal pada tragedi tenggelamnya KM Sinar Bangun pada Juni 2018.

Rangka kapal yang berdiri di atas juga mengarah kepada lokasi tenggelamnya kapal.

Pada dinding monumen terdapat kronologis kejadian dan pada teras monumen terdapat anak tangga dengan ukuran kecil dan besar.

Suasana haru bercampur tangis menyelimuti penaburan bunga. Banyak keluarga korban yang pingsan saat penaburan bunga. Peresmian dibuka dengan doa oleh pendeta, pastor, dan ulama. (*)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Yori Antar Rancang KSPN Danau Toba Lebih Futuristik Berkarakter Lokal "

Sumber: Kompas.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved