Dinas Perdagangan Kota Medan Gelar Sidang Tera Ulang di Pusat Pasar

Dinas Perdagangan Kota Medan menggelar sidang tera ulang 2019, di Pusat Pasar Medan, Selasa (30/7/2019).

Dinas Perdagangan Kota Medan Gelar Sidang Tera Ulang di Pusat Pasar
Tribun Medan / Natalin
Kadis Perdagangan Kota Medan, H. Dammikrot, S.Sos, M.Si bersama tim saat sidang tera ulang 2019, di Pusat Pasar Medan, Selasa (30/7/2019). 

TRIBUN-MEDAN.COM, MEDAN - Dinas Perdagangan Kota Medan menggelar sidang tera ulang 2019, di Pusat Pasar Medan, Selasa (30/7/2019).

Kadis Perdagangan Kota Medan, H. Dammikrot, S.Sos, M.Si mengatakan sidang tera timbangan ini dilakukan untuk memastikan agar ukuran timbangan para pedagang pasti pas.

Sidang tera ini rutin dilakukan setiap tahun supaya timbangan pedagang ini ukurannya pas. Selain itu, supaya pembeli dan pedagang tidak dirugikan.

"Jadi diminta kepada seluruh pedagang yang sudah ada transaksinya kepada masyarakat maka seluruh timbangan harus dilakukan pengesahan terlebih dahulu lalu digunakan. Pengesahan di tera ulang, diuji kemudian dilegalisasi lalu boleh digunakan," ujar Dammikrot.

Ia menjelaskan saat dilakukan uji tera terhadap timbangan pedagang di Pusat Pasar Medan ini teryata ada anak timbangan yang seharusnya 2 kg tapi hanya 195.5 gram sehingga harus ditambah dan akan ditempel dan menjadi pas 2 kg.

"Tadi anak timbangan ini punya pedagang daging, setelah diuji kemudian nanti timbangan akan disegel dan kita kasih tanda. Menurut peraturannya memang sekali setahun harus dilakukan tera," ucapnya.

Ia menambahkan pihaknya sudah melakukan uji tera di Pasar Titik Kuning, Pasar Halat, Pasar Petisah dan Pusat Pasar.

"Kita berikan pemahaman kepada masyarakat bahwa semua timbangan harus ditera. Kita tidak dulu mengejar yang salah tapi kita beri pelayanan dan pemahaman bahwa pelaksanaan timbangan harus ditera," ungkapnya.

Dammikrot menjelasakan uji tera ini tidak hanya dilakukan di pasar tradisional tapi juga di pasar modern hingga kedai kedai sampah.

"Bayar retribusi tergantung jenis timbangannya yakni Rp 6 ribu dan timbangan emas elektronik itu Rp 120 ribu, hal ini sudah tertera dalam Perda (Peraturan Daerah) dan akan dimasukkan ke kas daerah," jelasnya.

Halaman
12
Penulis: Natalin Sinaga
Editor: Royandi Hutasoit
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved