Setelah Sapinya Dibeli Presiden Jokowi, Rustam Banjir Orderan dari Pejabat di Sumut

Sebagai peternak sapi yang telah aktif sejak kecil membantu ayahnya pada tahun 1970an, pemilik sapi bakalan punya ikatan bathin dengan ternaknya.

Tribun Medan / Dedy
Peternak sapi Langkat, Rustam (47) menunjukkan sapi kurban milik Presiden Joko Widodo, di kediamannya, Kecamatan Hinai Kabupaten Langkat, Selasa (30/7/2019) 

TRIBUN-MEDAN.com, STABAT - Bisnis ternak sapi Rustam (47) yang berada di Desa Batu Malenggang Kecamatan Hinai, Kabupaten Langkat kini semakin terkenal.

Sapi berkualitas hasil peliharaan tangan dingin Rustam dibeli orang nomor satu di Indonesia, Presiden Joko Widodo untuk kurban pada Hari Raya Idul Adha 1440 Hijiriyah.

Rustam pria yang khas dengan rambut jabriknya, mengungkapkan rasa syukur dan bangga, sapinya telah resmi dibayar lunas oleh tim kepresidenan yang turun langsung ke rumahnya untuk ijab kabul Rp 88 juta.

Diakuinya, adanya efek positif Presiden Jokowi terhadap orderan sapinya menjelang Idul Adha.

"Ada rasa senang, bersyukur juga. Setelah Pak Jokowi beli sapi ini yang paling besar, gak sedikit pejabat-pejabat yang datang ke mari. Kemarin Kapolda Sumut juga datang beli buat Syeikh Besilam yang 190 Kg, orang Pemkab Langkat Bupati besok juga mau datang melihat, Wakil Gubernur, Ijeck pun biasa langganan disini. Ijeck tiap tahun mesan sama saya," katanya, Selasa (30/7/2019).

Rustam bilang, terjadi proses panjang tawar-menawar untuk melepas seekor sapi kurban berjenis Peranakan Ongole (PO) seberat 1.020 yang dibeli Presiden RI.

Berulang kali orang Pemkab datang mengecek, dan akhirnya, tim ahli ternak dari pusat turun langsung untuk mengecek kesehatan sapi dan ukuran berat sapi.

"Panjang ini prosesnya, berulang kali orang dinas Pemkab Langkat datang sampai tiga kali gambar. Terakhir emang betul-betul ahlinya datang dari pusat yang ukur cek langsung, harganya gak mau ditawar-tawar karena sudah niat hati saya harus 80an juta, mau Presiden atau orang biasa ya niatnya harus 80 lebih, karena sebelumnya pernah jual Rp 70 orang Pakistan Km 18," katanya.

"Sapi yang dibeli Presiden ini sempat mau ditawar sama Orang Aceh, buat kontes. Mau dibayari Rp 65 Juta. Tapi saya gak mau kasih, saya sudah niat harganya 80an juta," imbuhnya.

Kisah sapi ini, yang dibeli Presiden telah dirawat Rustam selama satu tahun setelah dibelinya saat berusia tiga tahun.

Ketelitian dan keyakinan Rustam membesarkan sapi sehat berkualitas ini berbuah manis, sejak awal Rustam telah menarget sapinya harus bisa memiliki berat di atas 1 ton.

"Sejak awal saya yakin sapi ini beratnya bakalan di atas satu ton, dan sapi Pak Jokowi ini gak pernah nyusahi, jinak dia. Selalu nurut sama saya. Kemaren pas dibeli sapinya sempat nangis juga saya lihat, gitu lah binatang ini pun ada perasaannya," katanya sambil mengelus perut sapi Presiden yang dipanggilnya Si Putih.

Pria anak tiga ini bilang terjadi komunikasi antara dirinya dengan sapi yang telah dibeli Presiden Jokowi.

Sebagai peternak sapi yang telah aktif sejak kecil membantu ayahnya pada tahun 1970an, pemilik sapi bakalan punya ikatan bathin dengan ternaknya.

Halaman
12
Sumber: Tribun Medan
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved