Terdakwa Pemalsu 125 Ribu 'Lem Setan' Hanya Dituntut 1 Tahun Penjara Dengan Masa Percobaan

Terdakwa juga sama sekali tidak dibebankan biaya denda. Padahal kasus ini diperkirakan merugikan korban pemilik merek Rp 625 juta

Terdakwa Pemalsu 125 Ribu 'Lem Setan' Hanya Dituntut 1 Tahun Penjara Dengan Masa Percobaan
TRIBUN MEDAN/VICTORY HUTAURUK
Sidang Kasus pemalsuan lemmerek SI A NO KU RI DO atau yang lebih dikenal 'Lem Setan'. 

TRIBUN-MEDAN.com - Terdakwa Nyo Seng Tjoan alias Acuan (56) pemalsu 125 ribu Lem merek SI A NO KU RI DO atau sering disebut 'Lem Setan' dituntut pidana penjara selama 1 tahun dengan masa percobaan 2 tahun oleh jaksa saat sidang di Pengadilan Negeri Medan, Selasa (30/7/2019).

"Meminta kepada Majelis Hakim yang mengadili perkara menghukum terdakwa Nyo Seng Tjoan alias Acuan terbukti secara sah dan meyakinkan melanggar pasal pidana dalam Pasal 102 Undang-undang Nomor : 20 Tahun 2016 tentang Merek dan Indikasi Grafis. Dengan hukuman penjara selama 1 tahun dengan masa percobaan selama 2 tahun," ungkap Jaksa Kejati Sumut Randi Tambunan.

Terdakwa juga sama sekali tidak dibebankan biaya denda. Padahal kasus ini diperkirakan merugikan korban pemilik merek yaitu PT. Putra Permata Maju mencapai Rp 625 juta akibat pemalsuan merek tersebut.

Dimana dalam ketentuan pidana pasal 102 ini seharusnya terdakwa dapat dikenakan penjara selama 1 tahun dan denda paling banyak Rp 200 juta.

Terdakwa yang tampak mengenakan kemeja gelap ini tampak tenang menanggapi tuntutan tersebut, ia berwajah datar dari awal hingga selesai pembacaan tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU).

Dalam tuntutannya, hal yang memberatkan terdakwa Acuan adalah karena telah melanggar Hak Atas Kekayaan Intelektual (HaKI) dan merugikan pemilik merek.

"Hal yang meringankan karena terdakwa belum pernah dihukum," cetus Jaksa.

Seusai dituntut, Hakim Ketua Djaniko bertanya kepada terdakwa Acuan untuk menanggapi.

Langsung saja terdakwa berkonsultasi dengan kuasa hukumnya. Salah seorang Kuasa Hukum Simorangkir meminta waktu untuk mempersiapkan nota pembelaan.

Majelis Hakim akhirnya menunda persidangan hingga agenda pleidoi (nota pembelaan) pada 13 Agustus 2019.

Halaman
12
Penulis: Victory Arrival Hutauruk
Editor: Liston Damanik
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved