Terdakwa Pemalsu 125 Ribu 'Lem Setan' Hanya Dituntut 1 Tahun Penjara Dengan Masa Percobaan

Terdakwa juga sama sekali tidak dibebankan biaya denda. Padahal kasus ini diperkirakan merugikan korban pemilik merek Rp 625 juta

Terdakwa Pemalsu 125 Ribu 'Lem Setan' Hanya Dituntut 1 Tahun Penjara Dengan Masa Percobaan
TRIBUN MEDAN/VICTORY HUTAURUK
Sidang Kasus pemalsuan lemmerek SI A NO KU RI DO atau yang lebih dikenal 'Lem Setan'. 

Seusai persidangan, saat dikonfirmasi terkait tuntutan percobaan tersebut, JPU Randi berdalih dirinya tak menahu soal nota tuntutan tersebut.

"Berapa ya tuntutanya tadi, enggak tahulah aku bang, aku cuma bacakan saja nya. Yang buat itukan pimpinan," cetusnya sambil melalui awak media.

Sebelumnya, Jaksa Randi juga sempat mendapatkan teguran keras dari Hakim Djaniko Girsang yang sudah 3 kali ditunda dengan alasan Rencana Tuntutan Jaksa (Rentut) yang belum turun.

Bahkan Djaniko pun sempat mengultimatum menyebutkan bahwa tertundanya kasus ini sudah melanggar asas peradilan.

"Jadi tolonglah dipercepat karena sesuai dengan prinsip Peradilan yaitu cepat, sederhana dan murah sudah dilanggar. Pak jaksa juga pastu sudah enggak enak dengan penundaan ini, sampai tiga kali ditunda. Jadi kami pun enggak bisa berbuat gimana karena tuntutan juga belum dibacakan," tegasnya.

Bahkan Djaniko yang juga Ketua PN Medan ini menegaskan perbuatan terdakwa Acuan ini telah membuat kerugian baik bagi masyarakat, perusahaan dan perekonomian Indonesia.

"Kamu ini bisa menghancurkan kreativitas orang HaKI, Dalam perdagangan internasional Indonesia bisa dikucilkan, karena membuat produk lain seakan tidak dilindungi di negera sendiri dan hal itu berpengaruh bagi perekonomian. Perbuatan saudara juga membingungkan masyarakat dan konsumen, konsumen ingin sesuatu yang tertera, jadi masyarakat bingung meskipun indikator harga murah," tegasnya.

Terdakwa Acuan sebelumnya dilaporkan ke Polda Sumut tanggal 15 Oktober 2018 oleh Direktur PT. Putra Permata Maju Perkasa, Dicky Pramono Peh selaku pemilik lisensi lem merek SI A NO KU RI DO dan logo G yang asli menemukan lem dengan tulisan merek SI A NO KU RI DO dan logo G yang palsu diperdagangkan oleh terdakwa.

Dalam keterangannya, terdakwa mengakui bahwa 260 karton lem merek SI A NO KU RI DO (Lem Setan) yang disita kepolisian adalah benar miliknya.

Terdakwa Acuan menyebutkan bahwa dalam 1 kotak lem berisikan 500 pcs lem. Dimana ia membelinya dengan harga seluruhnya Rp 390 juta.

Artinya dari 260 kotak bila didalamnya ada 500 pcs per artinya terdakwa mengedarkan sekitar 125 ribu Lem merek SI A NO KU RI DO (Lem Setan) palsu di kota Medan.

Dimana apabila dikalikan dengan harga jual berkisar Rp 5000 maka terdakwa Acuan mendapatkan untung sebesar 625 juta dikurangi modal.

(vic/tribun-medan.com)

Penulis: Victory Arrival Hutauruk
Editor: Liston Damanik
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved