59 Pejabat Pemko Binjai Dilantik, Kadis Kesehatan Mahaniari Manalu Dinonjobkan

Pencopotan Mahaniari Manalu didasari penerapan PP 53 dan belum memenuhi syarat uji kompetensi.

59 Pejabat Pemko Binjai Dilantik, Kadis Kesehatan Mahaniari Manalu Dinonjobkan
TRIBUN MEDAN/HO
Wakil Wali Kota Binjai, Timbas Tarigan didampingi Sekda Binjai M. Mahfullah Daulay melantik dan mengambil sumpah jabatan 59 pejabat eselon II, III dan IV, berlangsung di Aula Pemko Binjai, Jalan Jendral Sudirman Kelurahan Kartini Kecamatan Binjai Kota, Rabu (31/7/2019). 

TRIBUN-MEDAN.com, BINJAI - Wakil Wali Kota Binjai, Timbas Tarigan didampingi Sekda Binjai M. Mahfullah Daulay melantik dan mengambil sumpah jabatan 59 pejabat eselon II, III dan IV, berlangsung di Aula Pemko Binjai, Jalan Jendral Sudirman Kelurahan Kartini Kecamatan Binjai Kota, Rabu (31/7/2019).

Dari pelantikan ini, diketahui bahwa Kadis Kesehatan Kota Binjai, Mahaniari Manalu dicopot atau dinonjobkan dari jabatannya.

Pencopotan Mahaniari Manalu didasari penerapan PP 53 dan belum memenuhi syarat uji kompetensi. Sedangkan Kepala Bappeda dimutasi, sehingga jabatannya Kepala Bappeda juga kosong.

Kepala Badan Kepegawaian Daerah Kota Binjai, Amir Hamzah membenarkan bahwa jabatan Kadis Kesehatan ke depan masih kosong. Pihak Pemko akan melakukan seleksi terbuka untuk mengisi jabatan kadis atau kepala badan yang kosong.

"Belum ada yang mengisi, itu nanti akan ada seleksi terbuka. Yang kosong-kosong nanti sesuai penerapan PP 11 seleksi terbuka. Kalau Bappeda bukan nonjob, dia mutasi. Kadis kesehatan masalahnya karena di uji kompetensi sama penerapan PP 53," jelas Amir Hamzah.

Wakil Wali Kota, Timbas Tarigan mengatakan, sebanyak 59 pejabat esselon II, III dan IV dilantik berdasarkan keputusan Wali Kota Binjai Nomor : 188.44-604/K/Tahun 2019 dan Nomor 605/K/Tahun 2019. Beberapa nama yang di lantik di antaranya, Ir Agustawan Karjanaya sebagai Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian, Nasrullah Efendi sebagai Kepala Dinas Sosial, T Syarifuddin sebagai Kepala Badan Kesbang dan Pol, Sugiono sebagai Kadis Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Masyarakat (P3AM) menggantikan Meidy Yusri yang menempati jabatan baru sebagai Asisten Administrasi Umum Sekda Kota Binjai, dan Otto Harianto sebagai Kepala Satpol-PP Kota Binjai.

"Perlu diingatkan bahwa saudara-saudara diangkat menjadi seorang pejabat adalah suatu amanah. Pegang teguh standar moral, etika dan peraturan-peraturan yang berlaku, agar amanah yang emban dapat dipertanggungjawabkan dengan baik dan tetap pada koordinasi hukum yang berlaku," jelasnya.

"Khusus kepada jajaran pejabat pimpinan tinggi pratama, saya berharap saudara dapat memberikan warna baru pada organisasi yang saudara pimpin. Jadikan pengalaman saudara dalam memimpin pada organisasi sebelumnya sebagai pengalaman dan modal dalam membangun kepemimpinan yang adaptif terhadap berbagai perubahan", lanjutnya

Beberapa ASN yang dilantik atau dinonjobkan sebagai upaya penyegaran dan peningkatan kinerja. Bukan sekedar penempatan figur pejabat pada jenjang jabatan dan kepentingan dalam meningkatkan kinerja penyelenggaraan tugas dan pelayanan publik, terutama dengan kegiatan prioritas pembangunan.

"Untuk itu dibutuhkan kejelian, kemauan mau pun inovasi sehingga kinerja organisasi bisa berjalan lebih optimal, khususnya bagi para pejabat pimpinan tinggi pratama yang menjadi kepala perangkat daerah," tegasnya.

Sejumlah pejabat eselon II yang dilantik sebanyak 8 orang, eselon III yang dilantik mulai dari jabatan Pj kepala bagian dan kepala bidang dan sekretaris‎ sebanyak 10 orang. Sedangkan pejabat esselon IV yang dilantik mulai dari lurah, kepala seksi dan kepala sub bagian sebanyak 41 orang.

Eks Kepala Bappeda Binjai, Ir Agustawan Karjanaya merasa rotasi jabatan menjadi Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Binjai merupakan kebutuhan Pemko Binjai untuk peningkatan hasil kerja. Katanya, Dia akan melanjutkan pertumbuhan pertanian Kota Binjai.

"Rotasi biasa untuk kebutuhan Pemko Binjai. Saya kan di tengah, pastinya melanjutkan yang sudah berjalan meningkatkan pertanian sampai selesai. Kalau masalah manajemen birokrasi insyaallah sudah dikuasai lah, gak perlu dipelajari lagi," katanya.

(dyk/tribun-medan.com)

Penulis: Dedy Kurniawan
Editor: Feriansyah Nasution
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved